Gambaran Pelayanan Antibiotik Tanpa Resep di Apotek Kota Probolinggo dengan Metode Simulasi Pasien

Loading...
Thumbnail Image

Journal Title

Journal ISSN

Volume Title

Publisher

Fakultas Farmasi

Abstract

Antibiotik merupakan obat yang digunakan untuk mencegah dan mengobati infeksi yang disebabkan oleh bakteri. Penggunaan antibiotik tanpa resep dan berlebihan dapat menyebabkan terjadinya resistensi antimikroba. Peningkatan resistensi bakteri terhadap antibiotik terjadi secara cepat dan menjadi isu kesehatan global. Hal tersebut disebabkan oleh penggunaan antibiotik yang tidak benar, seperti penggunaan antibiotik tanpa resep dokter dan tidak mengonsumsi antibiotik hingga habis. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran pelayanan antibiotik tanpa resep di apotek Kota Probolinggo menggunakan metode simulasi pasien. Penelitian ini merupakan jenis penelitian observasional dengan pendekatan cross sectional. Metode pengambilan sampel pada penelitian ini adalah total sampling dengan menggunakan 38 apotek sebagai sampel yang berada di kecamatan Kademangan, Kanigaran, Mayangan, Wonoasih, Kedopok. Skenario yang dibuat adalah peneliti berperan sebagai adik dari pasien yang mengalami gejala common cold dan meminta untuk dibelikan amoksisilin sebagai skenario ke 1. Pada skenario ke-2 penulis berperan sebagai adik dari pasien yang mengalami tonsilitis dan meminta untuk dibelikan sefiksim. Pengambilan data untuk skenario ke-2 yaitu 7 bulan setelah pengambilan data skenario ke-1. Data dianalisis secara deskriptif untuk melihat gambaran karakteristik dari populasi atau sampel yang disajikan dalam bentuk presentase. Data yang dianalisis antara lain apotek yang melakukan penggalian informasi pada pasien, jumlah apotek yang melakukan pelayanan antibiotik tanpa resep, dan apotek yang melakukan pemberian informasi obat pada pasien. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 38 (100%) apotek yang memberikan antibiotik tanpa resep pada skenario ke-1 dan 36 (94,7%) apotek pada skenario ke 2. Praktik penggalian informasi pada pasien di Apotek Kota Probolinggo pada skenario 1 menunjukkan 7 (18,4%) apotek dan 4 (10,5%) apotek yang melakukan penggalian informasi pasien pada skenario 2. Praktik pemberian informasi obat pada pasien menunjukkan 38 (100%) apotek yang melakukan pemberian informasi secara tidak spontan pada skenario ke-1 dan terdapat 3 (8,3%) apotek yang melakukan pemberian informasi secara spontan pada skenario ke-2. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, dapat disimpulkan bahwa praktek pelayanan antibiotik tanpa resep di apotek kota probolinggo masih memerlukan pengawasan dan peran aktif apoteker untuk meningkatkan kualitas hidup pasien.

Description

Reupload file repositori 9 ferbruari 2026_PKL Fani/Firli

Citation

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By