Show simple item record

dc.contributor.authorDwi Aditya Haryastuti
dc.date.accessioned2014-01-23T05:44:07Z
dc.date.available2014-01-23T05:44:07Z
dc.date.issued2014-01-23
dc.identifier.nimNIM071610101088
dc.identifier.urihttp://repository.unej.ac.id/handle/123456789/22210
dc.description.abstractKaries adalah penyakit yang mengenai jaringan keras gigi, yaitu email, dentin, dan sementum, yang disebabkan oleh aktivitas suatu jasad renik dalam suatu karbohidrat yang dapat diragikan, yang ditandai adanya demineralisasi jaringan keras gigi yang kemudian diikuti oleh kerusakan bahan organiknya. Akibatnya, terjadi invasi bakteri dan kematian pulpa serta penyebaran infeksinya ke jaringan periapeks yang dapat menyebabkan nyeri. Streptococcus mutans merupakan anggota dari grup Streptococcus viridans. S. mutans termasuk dalam kelompok eubakteria yakni kuman dengan sel berdinding tebal, kaku, tidak bergerak (non motile) atau gerakan dengan flagel. S. mutans adalah bersifat asidogenik yaitu menghasilkan asam, asidodurik, mampu tinggal pada lingkungan asam, dan menghasilkan suatu polisakarida yang lengket disebut dextran. Oleh karena kemampuan ini, S. mutans bisa menyebabkan lengket dan mendukung bakteri lain menuju ke email gigi, mendukung pertumbuhan bakteri asidodurik yang lainnya, dan asam melarutkan email gigi. Pinang merupakan tanaman famili Arecaceae. Biji buah pinang juga mengandung alkaloid, seperti arekolin (C vii 8 H 13 NO ), arekolidine, arekain, guvakolin, guvasine dan isoguvasine, tanin terkondensasi, tannin terhidrolisis, flavan, senyawa fenolik, asam galat, getah, lignin, minyak menguap dan tidak menguap, serta garam. Biji buah pinang mengandung proantosianidin, yaitu suatu tannin terkondensasi yang termasuk dalam golongan flavonoid yang mempunyai efek antibakteri. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis inhibisi ekstrak biji pinang terhadap pelepasan kalsium pada proses demineralisasi gigi yang distimulasi S. Karies adalah penyakit yang mengenai jaringan keras gigi, yaitu email, dentin, dan sementum, yang disebabkan oleh aktivitas suatu jasad renik dalam suatu karbohidrat yang dapat diragikan, yang ditandai adanya demineralisasi jaringan keras gigi yang kemudian diikuti oleh kerusakan bahan organiknya. Akibatnya, terjadi invasi bakteri dan kematian pulpa serta penyebaran infeksinya ke jaringan periapeks yang dapat menyebabkan nyeri. Streptococcus mutans merupakan anggota dari grup Streptococcus viridans. S. mutans termasuk dalam kelompok eubakteria yakni kuman dengan sel berdinding tebal, kaku, tidak bergerak (non motile) atau gerakan dengan flagel. S. mutans adalah bersifat asidogenik yaitu menghasilkan asam, asidodurik, mampu tinggal pada lingkungan asam, dan menghasilkan suatu polisakarida yang lengket disebut dextran. Oleh karena kemampuan ini, S. mutans bisa menyebabkan lengket dan mendukung bakteri lain menuju ke email gigi, mendukung pertumbuhan bakteri asidodurik yang lainnya, dan asam melarutkan email gigi. Pinang merupakan tanaman famili Arecaceae. Biji buah pinang juga mengandung alkaloid, seperti arekolin (C vii 8 H 13 NO ), arekolidine, arekain, guvakolin, guvasine dan isoguvasine, tanin terkondensasi, tannin terhidrolisis, flavan, senyawa fenolik, asam galat, getah, lignin, minyak menguap dan tidak menguap, serta garam. Biji buah pinang mengandung proantosianidin, yaitu suatu tannin terkondensasi yang termasuk dalam golongan flavonoid yang mempunyai efek antibakteri. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis inhibisi ekstrak biji pinang terhadap pelepasan kalsium pada proses demineralisasi gigi yang distimulasi S. Karies adalah penyakit yang mengenai jaringan keras gigi, yaitu email, dentin, dan sementum, yang disebabkan oleh aktivitas suatu jasad renik dalam suatu karbohidrat yang dapat diragikan, yang ditandai adanya demineralisasi jaringan keras gigi yang kemudian diikuti oleh kerusakan bahan organiknya. Akibatnya, terjadi invasi bakteri dan kematian pulpa serta penyebaran infeksinya ke jaringan periapeks yang dapat menyebabkan nyeri. Streptococcus mutans merupakan anggota dari grup Streptococcus viridans. S. mutans termasuk dalam kelompok eubakteria yakni kuman dengan sel berdinding tebal, kaku, tidak bergerak (non motile) atau gerakan dengan flagel. S. mutans adalah bersifat asidogenik yaitu menghasilkan asam, asidodurik, mampu tinggal pada lingkungan asam, dan menghasilkan suatu polisakarida yang lengket disebut dextran. Oleh karena kemampuan ini, S. mutans bisa menyebabkan lengket dan mendukung bakteri lain menuju ke email gigi, mendukung pertumbuhan bakteri asidodurik yang lainnya, dan asam melarutkan email gigi. Pinang merupakan tanaman famili Arecaceae. Biji buah pinang juga mengandung alkaloid, seperti arekolin (C vii 8 H 13 NO ), arekolidine, arekain, guvakolin, guvasine dan isoguvasine, tanin terkondensasi, tannin terhidrolisis, flavan, senyawa fenolik, asam galat, getah, lignin, minyak menguap dan tidak menguap, serta garam. Biji buah pinang mengandung proantosianidin, yaitu suatu tannin terkondensasi yang termasuk dalam golongan flavonoid yang mempunyai efek antibakteri. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis inhibisi ekstrak biji pinang terhadap pelepasan kalsium pada proses demineralisasi gigi yang distimulasi S. Karies adalah penyakit yang mengenai jaringan keras gigi, yaitu email, dentin, dan sementum, yang disebabkan oleh aktivitas suatu jasad renik dalam suatu karbohidrat yang dapat diragikan, yang ditandai adanya demineralisasi jaringan keras gigi yang kemudian diikuti oleh kerusakan bahan organiknya. Akibatnya, terjadi invasi bakteri dan kematian pulpa serta penyebaran infeksinya ke jaringan periapeks yang dapat menyebabkan nyeri. Streptococcus mutans merupakan anggota dari grup Streptococcus viridans. S. mutans termasuk dalam kelompok eubakteria yakni kuman dengan sel berdinding tebal, kaku, tidak bergerak (non motile) atau gerakan dengan flagel. S. mutans adalah bersifat asidogenik yaitu menghasilkan asam, asidodurik, mampu tinggal pada lingkungan asam, dan menghasilkan suatu polisakarida yang lengket disebut dextran. Oleh karena kemampuan ini, S. mutans bisa menyebabkan lengket dan mendukung bakteri lain menuju ke email gigi, mendukung pertumbuhan bakteri asidodurik yang lainnya, dan asam melarutkan email gigi. Pinang merupakan tanaman famili Arecaceae. Biji buah pinang juga mengandung alkaloid, seperti arekolin (C vii 8 H 13 NO ), arekolidine, arekain, guvakolin, guvasine dan isoguvasine, tanin terkondensasi, tannin terhidrolisis, flavan, senyawa fenolik, asam galat, getah, lignin, minyak menguap dan tidak menguap, serta garam. Biji buah pinang mengandung proantosianidin, yaitu suatu tannin terkondensasi yang termasuk dalam golongan flavonoid yang mempunyai efek antibakteri. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis inhibisi ekstrak biji pinang terhadap pelepasan kalsium pada proses demineralisasi gigi yang distimulasi S.en_US
dc.language.isootheren_US
dc.relation.ispartofseries071610101088;
dc.subjectINHIBISI EKSTRAK BIJI PINANG (Areca catechu L.)en_US
dc.titleINHIBISI EKSTRAK BIJI PINANG (Areca catechu L.) TERHADAP PELEPASAN KALSIUM PADA PROSES DEMINERALISASI GIGI YANG DISTIMULASI Streptococcus mutansen_US
dc.typeOtheren_US


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record