Show simple item record

dc.contributor.authorHendro Supriyono
dc.date.accessioned2014-01-22T05:32:36Z
dc.date.available2014-01-22T05:32:36Z
dc.date.issued2014-01-22
dc.identifier.nimNIM041910301127
dc.identifier.urihttp://repository.unej.ac.id/handle/123456789/20948
dc.description.abstractPenetapan beberapa ruas jalan sebagai Kawasan Tertib Lalu Lintas (KTL) Kota Jember diharapkan dapat menekan jumlah kecelakaan yang terjadi di Kota Jember, namun data kecelakaan Satlantas Polres Jember menyebutkan ±28% kecelakaan di Kota Jember justru terjadi di Kawasan Tertib Lalu Lintas (KTL) Kota Jember. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui efektifitas program penanganan kecelakaan dalam menekan tingkat kecelakaan di ruas jalan yang paling rawan kecelakaan (blacksite) KTL Kota Jember. Hasil analisis angka kecelakaan selama kurun tahun 2006-2009 menunjukkan bahwa ruas jalan paling rawan kecelakaan (Blacksite) di KTL Kota Jember terletak pada ruas jalan Gajahmada. Efektifitas penanganan kecelakaan di ruas jalan Gajahmada memberikan hasil maksimal pada periode saat penanganan (2008) dan sesudah penanganan (2009). Hasil uji chi-square saat penanganan (2008) dan sesudah penanganan (2009) didapat nilai chi-kuadrat hitung ( 2 hitung) sebesar 5,20 sedangkan nilai chi-kuadrat tabel ( 2 tabel) didapatkan nilai 3,84146 dengan derajat kebebasan (db) adalah 1 dan tingkat konfidensi 95% ( =5%) yang berarti berada pada interprestasi dapat diterima. Mengingat nilai chi-kuadrat hitung ( 2 hitung) lebih besar dari nilai chi-kuadrat ( 2 tabel) maka terdapat penurunan jumlah kecelakaan yang berarti di ruas jalan Gajahmada (Blacksite) pada saat penanganan dan sesudah penanganan. Dari uji-K saat dan sesudah penanganan didapatkan nilai K=0,44 yang berarti terdapat penurunan kecelakaan yang nyata (0,44<1) dengan efektifitas penanganan 56%. Dengan demikian penanganan kecelakaan di ruas jalan Gajahmada (Blacksite) cukup efektif dalam menekan tingkat kecelakaan di ruas jalan tersebut. Berdasarkan hasil perhitungan analisa Chi-square dan uji-K penanganan kecelakaan di ruas jalan Sultan viii agung belum berhasil, hal ini ditandai adanya peningkatan kecelakaan periode saat dan sesudah penanganan yang signfikan sebesar 191%. Berdasarkan hasil perhitungan analisa Chi-square dan uji-K penanganan kecelakaan di ruas jalan Ahmad Yani, PB Sudirman, dan trunojoyo belum sepenuhnya berhasil, hal ini ditandai tidak adanya perbedaan yang berarti antara kecelakaan pada periode sebelum, saat dan sesudah penanganan.en_US
dc.language.isootheren_US
dc.relation.ispartofseries041910301127;
dc.subjectKawasan Tertib Lalu Lintasen_US
dc.titleAnalisis Keselamatan Jalan Kawasan Tertib Lalu Lintas (KTL) Kota Jemberen_US
dc.typeOtheren_US


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record