Rancang Bangun Smart-Rudi Berbasis Iot Pada Plts Off-Grid untuk Pengolahan Limbah
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Teknik
Abstract
Desa Kemuning Lor memiliki potensi besar dalam sektor peternakan
terutama sapi, namun menghadapi tantangan dalam pengelolaan limbah organik,
khususnya kotoran ternak. Limbah organik yang tidak terkelola dengan baik
berpotensi mencemari lingkungan dan kotoran ternak tersebut dapat menghasilkan
gas metana yang berkontribusi penyumbang emisi gas rumah kaca. Untuk
menangani tantangan tersebut dirancang SMART Rumah Peduli Iklim (RUDI) yaitu
rumah pintar yang mengintegrasikan teknologi energi terbarukan dan sistem
monitoring berbasis Internet of Things guna mendukung pengolahan limbah
organik. Energi listrik untuk operasional rumah ini sepenuhnya berasal dari sistem
Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dengan konfigurasi Off-Grid.
Penelitian ini merancang sistem panel surya yang efektif untuk memenuhi
kebutuhan energi harian SMART-RUDI serta mengembangkan sistem pemantauan
arus dan tegangan secara real-time menggunakan IoT. Pada sistem ini beban yang
digunakan adalah lampu DC 40W. Berdasarkan perhitungan yang dilakukan
kebutuhan beban harian pada sistem ini adalah 192 Wh. Dari perhitungan
kebutuhan beban harian ini diperoleh kapasitas panel surya yang dibutuhkan yaitu
sebesar 50 Wp, namun yang digunakan pada penelitian kali ini yaitu 100 Wp dan
kapasitas baterai yang dibutuhkan yaitu sebesar 12V 25Ah atau setara dengan
300Wh, dan sistem ini menggunakan SCC (Solar Charge Controller) untuk
stabilitas tegangan yang masuk dari panel surya ke baterai dan beban.
Metodologi penelitian meliputi perancangan sistem berdasarkan kebutuhan
energi, pengujian sensor arus dan tegangan, analisis performa pengisian (charging)
dan pengosongan (discharging) baterai, serta pengujian konektivitas IoT melalui
aplikasi Blynk. Selama 3 hari pengujian, didapatkan bahwa efisiensi pengisian
baterai tertinggi terjadi pada hari pertama sebesar 92.52%, dengan kapasitas
pengisian mencapai 19.57 Ah atau 277.56 Wh. Proses discharging menunjukkan
daya beban sebesar 160 Wh dengan konsumsi arus 3.33 A per jam selama 4 jam
penggunaan lampu. Tingkat keterisian baterai (SOC) setelah proses discharging
berada pada 46.66%, dengan estimasi waktu pengisian kembali selama 8,3 jam
untuk kembali penuh. Sistem monitoring IoT menunjukkan performa yang baik
dengan koneksi stabil melalui jaringan WiFi dan delay rata-rata 2.5 detik. Hasil
keseluruhan menunjukkan bahwa sistem PLTS Off-Grid yang dirancang mampu
bekerja secara efisien dan stabil dalam memenuhi kebutuhan energi untuk
mendukung pengolahan limbah organik di lingkungan desa berbasis energi
terbarukan.
Description
Reupload File Repositori 6 Februari 2026_Rudy K/Lia
