Show simple item record

dc.contributor.authorWindradini Rahvian Aridama
dc.date.accessioned2013-11-30T05:03:08Z
dc.date.available2013-11-30T05:03:08Z
dc.date.issued2013-11-30
dc.identifier.nimNIM092010101026
dc.identifier.urihttp://repository.unej.ac.id/handle/123456789/1920
dc.description.abstractMalaria merupakan penyakit infeksi yang menjadi salah satu masalah kesehatan utama di dunia. Di Asia Tenggara, sepuluh dari sebelas negara merupakan negara endemis malaria termasuk Indonesia. Penyakit ini disebabkan oleh Plasmodium dan ditularkan melalui gigitan nyamuk Anopheles betina. Anopheles sundaicus (An. sundaicus) merupakan salah satu vektor malaria di Indonesia. Sampai saat ini berbagai upaya yang telah dilakukan untuk memberantas malaria namun belum memberikan hasil yang optimal sehingga diperlukan suatu terobosan baru untuk mengatasi penyakit tersebut. Transmission Blocking Vaccine (TBV) berbasis kelenjar saliva vektor merupakan salah satu vaksin yang sedang dikembangkan untuk memberantas malaria. Protein imunomodulator dalam kelenjar saliva vektor diduga mampu mempengaruhi respon imun serta memberi efek proteksi pada inang. Penelitian terdahulu menyebutkan bahwa pajanan pertama dari saliva vektor menyebabkan pergeseran respon imun dari Th1 ke Th2 yang menguntungkan vektor. Pajanan berulang dari saliva vektor menyebabkan pergeseran respon imun yang berlawanan dari sebelumnya yaitu dari Th2 ke Th1 yang menguntungkan hospes. Sel Th1 menghasilkan sitokin IFN-γ untuk mengaktivasi makrofag sehingga mampu menghambat pertumbuhan parasit malaria. Dalam penelitian ini diamati potensi kelenjar saliva vektor malaria An. sundaicus dalam menghambat pertumbuhan parasit malaria yang ditunjukkan dengan derajat parasitemia hewan coba. Hewan coba yang digunakan adalah mencit betina galur BALB/c berusia 6- 8 minggu sebanyak 45 ekor yang dibagi menjadi tiga kelompok yaitu kelompok kontrol, kelompok perlakuan pellet dan kelompok perlakuan supernatan. Masingmasing kelompok terdiri dari 15 ekor mencit. Kelompok kontrol divaksinasi dengan campuran adjuvan aluminum hidroksida dan larutan PBS, kelompok perlakuan ix pellet divaksinasi dengan vaksin model pellet kelenjar saliva An. sundaicus, dan kelompok perlakuan supernatan divaksinasi dengan vaksin model supernatan kelenjar saliva An. sundaicus. Vaksinasi diberikan secara subkutan pada femur bagian luar. Vaksinasi dilakukan sebanyak 3 kali dengan interval waktu 2 minggu. Dua minggu pasca vaksinasi terakhir, hewan coba diinjeksi Plasmodium berghei secara intraperitonial. Empat puluh delapan jam kemudian dilakukan pembuatan hapusan darah tepi dari ekor mencit untuk pengamatan derajat parasitemia. Hasil penelitian menggunakan kelenjar saliva An. sundaicus menunjukkan bahwa mencit perlakuan yang divaksinasi vaksin model kelenjar saliva An. sundaicus memiliki derajat parasitemia yang lebih rendah dibandingkan kelompok kontrol yang tidak divaksinasi. Kelompok perlakuan pellet memiliki derajat parasitemia yang lebih rendah dibandingkan kelompok perlakuan supernatan sedangkan kelompok perlakuan supernatan memiliki derajat parasitemia yang lebih rendah dibandingkan kelompok kontrol. Hal ini dimungkinkan protein imunomodulator lebih dominan terdapat pada fraksi insoluble pellet. Rendahnya derajat parasitemia pada kelompok perlakuan supernatan mengindikasikan bahwa komponen protein imunomodulator juga terdapat di bagian supernatan dan bersifat soluble. Dengan demikian fraksi insoluble pellet dan fraksi soluble supernatan sama-sama berperan dalam menekan pertumbuhan parasit malaria pada hewan coba yang ditunjukkan dengan derajat parasitemia mencit kelompok perlakuan yang cenderung lebih rendah dibandingkan dengan mencit kelompok kontrol.en_US
dc.language.isootheren_US
dc.relation.ispartofseries092010101026;
dc.subjectPARASITEMIA, DIVAKSINASIen_US
dc.titleDERAJAT PARASITEMIA MENCIT GALUR BALB/c YANG DIVAKSINASI KELENJAR SALIVA Anopheles sundaicus SEBAGAI MODEL Transmission Blocking Vaccine (TBV) MELAWAN MALARIAen_US
dc.typeOtheren_US


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record