Show simple item record

dc.contributor.authorSiti Hidayati
dc.date.accessioned2014-01-19T07:29:01Z
dc.date.available2014-01-19T07:29:01Z
dc.date.issued2014-01-19
dc.identifier.nimNIM032010101034
dc.identifier.urihttp://repository.unej.ac.id/handle/123456789/17471
dc.description.abstractMata adalah salah satu indera paling penting bagi manusia. Kelainan pada mata tentu saja sangat mengganggu aktifitas hidup sehari-hari. Akan tetapi seringkali gangguan dini pada mata anak luput dari pengamatan orangtua. Kelainan mata yang bisa menyebabkan anak membutuhkan kacamata ini umumnya disebabkan karena kelainan refraksi. Kelainan refraksi yang paling banyak diderita oleh anak-anak dan orang dewasa adalah kelainan miopia. Miopia adalah suatu keadaan di mana mata mampu melihat obyek yang dekat, tetapi kabur bila melihat obyek-obyek yang letaknya jauh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara derajat visus natural dengan derajat kelainan miopia pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Jember. Penelitian dilakukan pada bulan Desember 2007 di Poli Mata RSUD dr. Soebandi Jember. Sampel terdiri atas 50 orang mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Jember yang dipilih sesuai dengan kriteria inklusi. Variabel yang diukur yaitu derajat visus natural dan derajat miopia. Untuk mengetahui hubungan antara derajat visus natural dengan derajat kelainan miopia pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Jember dilakukan uji korelasi Pearson. Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan antara derajat visus natural dengan derajat kelainan miopia pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Jember (p < 0.05). Kesimpulan dari penelitian ini adalah terdapat hubungan yang signifikan antara derajat visus natural dengan derajat kelainan miopia pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Jember. Dari semua populasi yang berjumlah 229 orang, 40.6% mahasiswa yang miopia, 22.3% astigmatismus, 0.45% hipermetropia, dan 36.7% mahasiswa emetropia. Dari 50 responden didapatkan mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Jember yang mengalami miopia ringan sebanyak 48%, miopia sedang sebanyak 34%, dan miopia berat yaitu sebanyak 18%. Berdasarkan kriteria buta menurut WHO, dari 50 respoden yang diteliti didapatkan yang mengalami rabun yaitu sebanyak 37 responden. Sedangkan yang mengalami buta yaitu sebanyak 8 responden yang masih dapat dikoreksi dengan menggunakan kacamata atau lensa kontak.en_US
dc.language.isootheren_US
dc.relation.ispartofseries032010101034;
dc.subjectDerajat Visus Naturalen_US
dc.titleHUBUNGAN ANTARA DERAJAT VISUS NATURAL DENGAN DERAJAT KELAINAN MIOPIA PADA MAHASISWA FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS JEMBERen_US
dc.typeOtheren_US


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record