Show simple item record

dc.contributor.authorPRAYUDHO BAGUS JATMIKO, S.ST
dc.date.accessioned2014-01-17T03:00:35Z
dc.date.available2014-01-17T03:00:35Z
dc.date.issued2014-01-17
dc.identifier.nimNIM080820201022
dc.identifier.urihttp://repository.unej.ac.id/handle/123456789/15815
dc.description.abstractInformasi mengenai situasi ketenagakerjaan merupakan salah satu informasi pokok yang dapat menggambarkan kondisi perekonomian, sosial bahkan tingkat kesejahteraan suatu negara. Banyak isu penting yang membutuhkan perhatian serius dari policy maker untuk menjamin stabilitas pertumbuhan ekonomi secara makro, antara lain keadaan angkatan kerja, struktur tenaga kerja juga permasalahan pengangguran. Sementara itu salah satu hal yang menarik dan menonjol dalam beberapa dekade ini adalah meluasnya peran perempuan dalam ketenagakerjaan di banyak negara. Tenaga kerja perempuan memiliki hubungan positif dengan keadaan perekonomian. Dibalik perannya yang penting bagi perekonomian, tenaga kerja perempuan ternyata memiliki karakteristik yang unik dan khas dibanding laki – laki. Keunikan dan kekhasan tersebut diejawantahkan sebagai tujuan dari penelitian ini yakni untuk mengetahui karakteristik sosial ekonomi tenaga kerja perempuan dan melihat kecenderungan masing – masing karakteristik sosial ekonomi yang mempengaruhi terhadap penyerapan angkatan kerja, pengangguran dan setengah pengangguran perempuan di Jawa Timur. Analisis yang digunakan adalah analisis diskriptif yakni untuk untuk memberikan informasi diskriptif mengenai karakteristik demografi, sosial ekonomi, serta karakteristik yang berkaitan dengan tenaga kerja perempuan di Jawa Timur, analisis chi-square untuk melihat ada tidaknya hubungan antara dua buah variabel kategorik yang berskala nominal dan analisis regresi logistik untuk untuk menjelaskan hubungan antara suatu variabel dependen yang berskala biner dengan suatu variabel independen yang berskala kategori dan atau kontinyu. Dari Regresi logistik ini kita dapat melihat odds ratio yang merupakan ukuran untuk mengetahui tingkat kecenderungan, yaitu perbandingan odds dari dua nilai variabel x , antara kejadian yang masuk kategori sukses dan gagal. Hasil penelitian nenunjukan bahwa karakteristik yang masuk ke dalam model penyerapan perempuan dalam angkatan kerja adalah variabel umur, hubungan dengan kepala rumah tangga, status perkawinan, pendidikan, wilayah tempat tinggal, dan i beban anggota rumah tangga. Sedangkan untuk model pengangguran perempuan adalah variabel umur, status perkawinan, pendidikan, wilayah tempat tinggal. Sedangkan Karakteristik yang masuk dalam model setengah pengangguran perempuan adalah variabel umur, status perkawinan, pendidikan, wilayah tempat tinggal, lapangan usaha, klasifikasi jabatan dan status pekerjaan. Setiap karakteristik menjabarkan kecenderungannya terhadap masing – masing kategori referensinya. Beberapa hal yang menonjol diantaranya adalah perempuan dengan pendidikan lebih rendah cenderung lebih diterima dalam angkatan kerja, hasil penelitian ini bersesuai dengan search theory yang mengemukakan hubungan antara pendidikan dan lapangan pekerjaan bahwa pendidikan justru menciptakan pengangguran. Seorang tenaga kerja terdidik yakni yang memiliki tingkat pendidikan tinggi lebih “memilih” menganggur daripada menerima tawaran pekerjaan yang tidak sesuai dengan aspirasinya, ceteris paribus, peluang perempuan dengan pendidikan lebih tinggi (SLTP keatas) menjadi pengangguran adalah 70 persen lebih tinggi dibanding perempuan dengan pendidikan rendah (SD kebawah). Temuan lain yang menonjol adalah puncak masuk perempuan dalam angkatan kerja adalah pada kelompok usia tigapuluhan dan empat puluhan yang berbeda dengan penelitian Lin yang menyatakan masuknya perempuan dalam angkatan kerja memiliki dua puncak. Puncak pertama adalah disekitar usia duapuluhan dan puncak kedua pada usia tiga puluhan dan empat puluhan. Saran bagi pemerintah adalah perlunya penguatan regulasi tenaga kerja dengan pengarus utamaan gender, penciptaan lapangan kerja yang memperhatikan kebutuhan karakteristik tenaga kerja perempuan, peningkatan keterampilan perempuan dengan memperhatikan sektor – sektor yang dominan dilakukan oleh tenaga kerja perempuan dengan membuka pelatihan dan kursus serta pendidikan yang berorientasi pada pasar tenaga kerja perlu lebih ditingkatkan terutama oleh institusi pendidikan. http://digilib.unej.ac.id http://digilib.unej.ac.id http://digilib.unej.ac.id http://digilib.uen_US
dc.language.isootheren_US
dc.relation.ispartofseries0808 2020 1022;
dc.subjectTENAGA KERJA PEREMPUANen_US
dc.titleANALISIS SOSIAL EKONOMI TENAGA KERJA PEREMPUAN JAWA TIMURen_US
dc.typeOtheren_US


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record