Analisis Penyerapan Tenaga Kerja Perempuan Profesional di Indonesia
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Ekonomi dan Bisnis
Abstract
Dengan diberlakukannya Sustainable Development Goals (SDGs), yang mencakup 17 aspek fokus pembangunan hingga tahun 2030, salah satu fokus utamanya adalah kesetaraan gender antara laki-laki dan wanita. Namun, implementasi kesetaraan gender menghadapi berbagai tantangan, mulai dari kurangnya pemahaman dan pengetahuan masyarakat terhadap isu gender hingga kebijakan pemerintah yang kurang tepat dalam mendukung kesetaraan gender Dalam konteks ketenagakerjaan, ketimpangan gender menjadi isu krusial, di mana pekerja wanita sering berada dalam posisi yang kurang menguntungkan dan memiliki peluang kerja yang lebih kecil dibandingkan laki-laki. Ketimpangan ini terlihat pada aspek kompetensi, upah dan gaji, tingkat pendidikan, serta jam kerja, yang semakin memperburuk posisi wanita di dunia kerja.
Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat seberapa besar pengaruh pendidikan, upah, PDRB terhadap penyerapan tenaga kerja perempuan profesional di Indonesia pada tahun 2018 sampai 2023 dengan menggunakan teknik analisis regresi panel data karena penelitian ini menggunakan gabungan data antara time series dan cross section.. Penelitian ini dilakukan pada 10 provinsi di Indonesia dengan proporsi tenaga profesional wanita terbesar pada tahun 2023, mencakup periode 2018-2023.
Peningkatan pendidikan di Indonesia terlihat dari proyeksi rata-rata lama sekolah dan bertambahnya jumlah penduduk yang bekerja, mencerminkan kesadaran akan pentingnya pendidikan dalam menciptakan sumber daya manusia berkualitas. Pendidikan, terutama bagi perempuan profesional, menjadi faktor penting yang memengaruhi peluang kerja, di mana semakin tinggi tingkat pendidikan, semakin besar kesempatan kerja. Hal ini sejalan dengan teori Human Capital oleh Becker, yang menyatakan bahwa kualitas tenaga kerja dapat diukur
melalui pendidikan yang meningkatkan keterampilan dan produktivitas (Rahmah, 2022). Penelitian Guszalina et al. (2022) juga menunjukkan bahwa pendidikan berpengaruh positif terhadap penyerapan tenaga kerja perempuan, karena membantu individu mengembangkan keahlian dan mempermudah akses informasi, sehingga mampu bersaing di pasar kerja.
Description
Reupload file repository 19 Oktober 2026_Ratna
Finalisasi Maya_19 Oktober 2026
