Show simple item record

dc.contributor.authorMohamad Dilli Yudistira
dc.date.accessioned2014-01-16T02:22:12Z
dc.date.available2014-01-16T02:22:12Z
dc.date.issued2014-01-16
dc.identifier.nimNIM022010101056
dc.identifier.urihttp://repository.unej.ac.id/handle/123456789/14953
dc.description.abstractematian pada usia remaja 75% merupakan akibat dari faktor perilaku dari remaja sendiri. Penyakit-penyakit yang berisiko pada kesehatan antara lain kecelakaan, kekerasan, penggunaan tembakau, penggunaan alkohol dan obat-obatan terlarang, aktivitas seksual yang menyebabkan Kehamilan Tidak Diinginkan (KTD) dan Infeksi Menular Seksual (IMS) termasuk HIV/AIDS, kebiasaan diet serta aktifitas fisik. Penelitian ini bersifat deskriptif eksploratif dan dilakukan di SMA/SMK di Kabupaten Jember pada bulan Februari sampai dengan Juli 2007. penelitian ini menggunakan data primer dengan mendata langsung kepada siswa tiap-tiap SMA/SMU yang menjadi sampel penelitian. Data kemudian dikelompokkan berdasar distribusi dan dilakukan perhitungan frekuensi tiap distribusinya, kemudian data disajikan dalam bentuk tabel. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik dan perilaku yang berisiko pada kesehatan remaja siswa kelas satu Sekolah Menengah Atas (SMA) di Kabupaten Jember. Hasil penelitian mengenai perilaku berisiko pada kesehatan remaja kelas satu di Kabupaten Jember didapati perbandingan siswa laki-laki dan perempuan yang hampir sebanding. Angka perilaku yang berisiko terhadap kecelakaan tidak disengaja masih sangat tinggi dan kepedulian siswa terhadap keselamatan berkendaraan pun masih sangat rendah. Dari risiko tindak kekerasan memberikan arti sekolah belum cukup aman untuk para siswanya. Penggunaan tembakau dikalangan siswapun masih sangat minim pengawasannya. Penggunaan alkohol dan obat terlarang walaupun sedikit tetapi ada beberapa siswa yang menggunakaannya. Perbandingan antara siswa yang pernah melakukan hubungan seksual mencapai 1 berbanding 20 siswa namun pengetahuan siswa tentang informasi penyakit HIV sudah cukup tinggi. Kebiasaan diet dan aktifitas fisik siswa memberikan hasil yang masih sangat minim sekali yang melakukannya dengan baik. Hasil penelitian telah memberikan pengetahuan seberapa besar perilaku yang berisiko pada kesehatan yang telah dilakukan para remaja maka sudah selayaknya dilakukan sebuah intervensi untuk mengurangi perilaku tersebut. Meningkatkan perhatian dari keluarga dan sekolah kepada siswanya merupakan salah satu cara yang dapat dilakukan untuk mengurangi perilaku yang berisiko pada kesehatan yang dilakukan remaja.en_US
dc.language.isootheren_US
dc.relation.ispartofseries022010101056;
dc.subjectKESEHATAN REMAJAen_US
dc.titleSURVEI PERILAKU YANG BERISIKO PADA KESEHATAN REMAJA SISWA KELAS SATU SEKOLAH MENENGAH ATAS (SMA) DI KABUPATEN JEMBERen_US
dc.typeOtheren_US


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record