Perbaikan Proses Pretreatment Umbi Talas Secara Kimia Untuk Menurunkan Kadar Total Oksalat pada Pembuatan Tepung Talas
Loading...
Files
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Teknologi Pertanian
Abstract
Penelitian ini dilakukan karena tanaman talas (Colocasia esculenta) masih
memiliki keterbatasan dalam pemanfaatannya sebagai bahan pangan, salah satunya
disebabkan oleh adanya kandungan senyawa antinutrisi berupa oksalat. Senyawa
oksalat pada umbi talas dapat menyebabkan rasa gatal serta menurunkan tingkat
penerimaan konsumen apabila tidak dilakukan pengolahan yang tepat. Kandungan
oksalat terutama dalam bentuk kristal kalsium oksalat tersimpan pada jaringan
tanaman sehingga diperlukan proses pretreatment untuk membantu mengurangi
kandungan tersebut. Salah satu metode yang dapat dilakukan yaitu perendaman
menggunakan larutan kimia yang mampu membantu proses pelarutan kalsium
oksalat dari jaringan umbi talas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui
pengaruh jenis larutan pereaksi dan lama waktu perendaman terhadap penurunan
kadar total oksalat.
Penelitian ini dirancang menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL)
faktorial dengan dua faktor perlakuan, yaitu jenis larutan pereaksi dan lama waktu
perendaman. Faktor jenis larutan pereaksi terdiri dari NaCl 15%, CH3COOH 15%,
dan C6H8O7 15%. Faktor lama waktu perendaman terdiri dari 30 menit dan 60
menit. Proses pretreatment dilakukan dengan merendam chips umbi talas
menggunakan larutan pereaksi, kemudian dilakukan proses pencucian,
pengeringan, penghalusan, dan pengayakan hingga diperoleh tepung talas.
Parameter yang dianalisis meliputi rendemen, derajat keputihan (whiteness) kadar
air, kadar gula total, dan kadar total oksalat menggunakan metode spektrofotometri
UV-Vis.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan pretreatment secara kimia
memberikan perubahan terhadap karakteristik fisikokimia tepung talas. Jenis bahan
pelarut berpengaruh nyata terhadap rendemen, derajat keputihan, dan kadar total
oksalat, sedangkan lama perendaman berpengaruh nyata terhadap derajat
keputihan, kadar air, dan kadar total oksalat. Interaksi antara jenis bahan pelarut dan
lama perendaman juga berpengaruh nyata terhadap derajat keputihan, kadar air, dan
kadar total oksalat, namun tidak berpengaruh nyata terhadap rendemen maupun
kadar gula total. Nilai rendemen berkisar antara 20,68–29,71%, sedangkan derajat
keputihan berada pada kisaran 90,14–93,54%. Kadar total oksalat berkisar antara
5,89–231,06 mg/100 g, dengan kadar tertinggi terdapat pada perlakuan kontrol
sebesar 231,06 mg/100 g dan kadar terendah diperoleh pada perendaman
menggunakan CH₃COOH 15% selama 30 menit sebesar 5,89 mg/100 g, atau
mampu menurunkan kadar total oksalat sebesar 97,45% dibandingkan kontrol.
Perlakuan menggunakan CH₃COOH merupakan jenis pereaksi yang paling efektif
dalam menurunkan kadar total oksalat, sedangkan NaCl paling efektif dalam
meningkatkan derajat keputihan dan menurunkan kadar air tepung talas bentul.
Description
Validasi file repositori 21 Agustus 2026_Firli
