Keluhan Low Back Pain Pada Peternak Sapi di Desa Ngepung Kecamatan Sukapura Kabupaten Probolinggo
Abstract
Peternakan merupakan salah satu subsektor yang memberikan kontribusi
pada perekonomian salah satunya yaitu di Indonesia. Sektor ini memiliki peranan
pokok dalam menunjang pembangunan ekonomi di Indonesia dikarenakan
masyarakat Indonesia masih menggantungkan hidup sebab sektor ini dapat
menyediakan lapangan kerja dan bahan pangan untuk mereka. Pekerjaan
peternakan melibatkan membungkuk, mengangkat, dan membawa hewan dalam
posisi yang tidak tepat untuk jangka waktu yang lama. Beternak adalah salah satu
pekerjaan yang mempunyai risiko cukup tinggi dikarenakan peternak bekerja
dengan berbagai peralatan, mengangkat beban berat hingga melakukan pekerjaan
yang berulang. Selama bekerja intensif, terdapat risiko timbulnya kesehatan kerja
seperti sakit punggung, yang banyak dihadapi pekerja saat bekerja. 90% low back
pain tidak disebabkan oleh penyakit organik, melainkan karena postur tubuh yang
salah saat bekerja. Faktor risiko yang menyebabkan terjadinya low back pain antara
lain pekerjaan yang dilakukan dalam waktu yang terlalu lama, cemas, stress, benda
yang terlalu berat untuk diangkat terus menerus, obesitas, dan duduk dalam jangka
waktu yang lama.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi keluhan low back pain
yang terjadi pada Peternak Sapi di Desa Ngepung, Kecamatan Sukapura,
Kabupaten Probolinggo. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif kuantitatif
dengan pendekatan crosssectional study dan teknik pengumpulan data yaitu
purposive sampling dengan total 243 peternak sapi usia produktif (15 – 64 tahun)
dari april 2024 sampai mei 2024. Penelitian ini menggunakan kuesioner the pain
and distress scale untuk mengidentifikasi keluhan low back pain pada peternak
sapi. Analisis yang digunakan yaitu analisis univariat. Hasil yang didapatkan dari penelitian ini yaitu keluhan low back pain pada
peternak sapi sebanyak 78,6% keluhan low back pain sedang, 19,3% keluhan low
back pain tinggi dan 2,1% keluhan low back pain ringan. Hasil penelitian juga
didapatkan dari kegiatan beternak sapi yang bisa menyebabkan low back pain yaitu
mencari rumput dengan posisi jongkok pada saat menyabit rumput. Membersihkan
kandang dengan menggunakan alat pada posisi berjongkok ataupun membungkuk.
Memerah sapi menggunakan teknik manual juga dapat menyebabkan low back pain
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa peternak sapi di Desa Ngepung Kecamatan
Sukapura Kabupaten Probolinggo masih membutuhkan tindakan perbaikan
mengenai penyakit ini. Penyakit low back pain ini dapat bersifat sementara atau
tetap sehingga peternak sapi harus tetap memberikan waktu untuk beristirahat saat
bekerja, atau melakukan dengan posisi yang dianjurkan.
Kesimpulan dari penelitian ini adalah dari keluhan yang dilakukan pada 243
peternak sapi di Desa Ngepung Kecamatan Sukapura Kabupaten Probolinggo
keluhan paling banyak didapatkan yaitu keluhan low back pain sedang. perawat
memiliki peran sebagai Occupational Health Nursing (OHN) untuk dapat
meminimalisir keluhan low back pain. Perawat juga dapat memberikan pendidikan
kesehatan dan pelatihan pada peternak sapi mengenai Keselamatan dan Kesehatan
Kerja (K3) seperti mengenai ergonomi, mengajarkan teknik aktivitas fisik yang bisa
dilakukan sebagai peregangan, mengajarkan cara mengatasi keluhan dengan
kompres hangat yang benar pada keluhan yang terjadi. Perawat juga melakukan
skrining atau pemeriksaan pada peternak sapi secara rutin sehingga kesehatan
petani dapat diketahui secara berkala. Memperhatikan dari karakteristik peternak
sapi, bahwasanya peternak sapi banyak yang merokok, perawat dapat memberikan
edukasi mengenai bahaya merokok dan dampak yang diperoleh dari perilaku
merokok
Collections
- UT-Faculty of Nursing [1570]