Show simple item record

dc.contributor.authorAKBAR, Fauzul Zalikal
dc.date.accessioned2025-02-14T08:40:44Z
dc.date.available2025-02-14T08:40:44Z
dc.date.issued2023-07-13
dc.identifier.nim192210101010en_US
dc.identifier.urihttps://repository.unej.ac.id/xmlui/handle/123456789/125374
dc.descriptionFinalisasi unggah file repositori tanggal 14 Februari 2025_Kurnadien_US
dc.description.abstractCoronavirus disease (COVID-19) merupakan infeksi yang disebabkan oleh virus SARS-CoV-2. Pada tanggal 2 Maret 2020, COVID-19 pertama kali dilaporkan di Indonesia sebanyak dua kasus dan berdasarkan data di tanggal 31 Maret 2020 diketahui tingkat mortalitas COVID-19 di Indonesia sebesar 8,9%. Transmisi virus pada COVID-19 dapat terjadi melalui droplet (percikan air liur) ketika seseorang dengan positif COVID-19 mengalami bersin, batuk, ataupun berbicara. Tingginya transmisi virus akan berakibat pada peningkatan kasus positif harian COVID-19. Pemerintah telah melakukan berbagai upaya penanganan pandemi tersebut dengan membuat kebijakan program vaksinasi yang dimulai pada 13 januari 2021. Seiring dengan cakupan imunisasi yang tinggi, maka pemberitaan mengenai dugaan kasus Kejadian lkutan Pasca Vaksinasi (KIPI) COVID-19 mulai muncul, sehingga berpengaruh pada minat masyarakat terhadap program vaksinasi. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan evaluasi mengenai KIPI di Kabupaten Banyuwangi sebagai dasar untuk meyakinkan masyarakat agar tidak khawatir terhadap program vaksinasi. Jenis penelitian yang dilakukan adalah penelitian cross sectional dengan menggunakan survei secara online dan offline. Dilakukan evaluasi terhadap data demografi, jenis vaksin yang digunakan tiap dosis, dan KIPI dari vaksin tersebut. Jumlah responden yang telah dikumpulkan sebanyak 418 orang dengan karakteristik responden yang didominasi oleh jenis kelamin perempuan (58,9%), usia dewasa (25-45 tahun) (50,2%), pegawai swasta (18,9%), tamat SMA/MA (36,4%), tanpa riwayat infeksi COVID-19 (93,8%), dan tanpa riwayat penyakit penyerta (84,2%). Karakteristik responden yang paling banyak mengalami KIPI vaksin COVID-19 adalah perempuan, orang usia dewasa (25-45 tahun), orang yang memiliki pekerjaan, orang tanpa riwayat infeksi COVID19, dan orang tanpa riwayat penyakit penyerta. Selain itu, KIPI yang paling banyak dirasakan setelah menerima vaksinasi dosis pertama, kedua, dan booster yaitu nyeri pada lengan di bekas suntikan dan demam dengan lama KIPI > 48 jam. Terdapat hubungan yang signifikan antara antara jenis kelamin dengan KIPI semua dosis vaksin, usia dengan KIPI vaksin dosis 1 dan 2, riwayat infeksi COVID-19 dengan vaksin dosis 1, riwayat penyakit penyerta dengan KIPI vaksin dosis 1, dan jenis vaksin dengan KIPI vaksin dosis 3 (booster).en_US
dc.description.sponsorshipDPU: apt. Ika Norcahyanti, S.Farm., M.Sc. DPA: apt. Ema Rachmawati, S.Farm., M.Sc.en_US
dc.language.isootheren_US
dc.publisherFakultas Farmasien_US
dc.subjectImunisasi COVID-19en_US
dc.subjectKabupaten Banyuwangien_US
dc.subjectKejadian lkutan Pasca Vaksinasi (KIPI)en_US
dc.titleProfil Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi Pada Masyarakat Kabupaten Banyuwangien_US
dc.typeSkripsien_US
dc.identifier.prodiFarmasien_US
dc.identifier.pembimbing1apt. Ika Norcahyanti, S.Farm., M.Sc.en_US
dc.identifier.pembimbing2apt. Ema Rachmawati, S.Farm., M.Scen_US
dc.identifier.validatorvalidasi_repo_ratna_Februari 2025en_US


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record