Analisis Pengaruh Jenis Kopi dan Frekuensi Minum Kopi terhadap Kadar Kolesterol Total Pada Petani di Desa Jenggawah
Abstract
Hiperkolesterolemia merupakan salah satu penyebab utama timbulnya plak
arterosklerotik pada pembuluh darah yang dapat menyebabkan terjadinya penyakit
stroke dan penyakit jantung koroner. Stroke dan penyakit jantung koroner menjadi
penyebab kematian tertinggi di Indonesia. Presentase stroke di Indonesia pada
tahun 2014 adalah 21,1% dan penyakit jantung sebanyak 12,9%. Sebanyak 7-8
orang per 1000 petani menderita penyakit stroke dan 1-2 orang per 1000 petani
menderita penyakit jantung. American Heart Association (AHA)
merekomendasikan 4 perubahan gaya hidup untuk menurunkan kadar kolesterol,
salah satunya mengonsumsi makanan yang dapat menurunkan kolesterol. Kopi
dapat menurunkan kadar kolesterol berdasarkan senyawa bioaktif yang
terkandung dalam kopi. Senyawa bioaktif yang dapat menurunkan kolesterol dan
trigliserida diantaranya kafein, asam klorogenat, dan trigonelin, sedangkan
senyawa golongan diterpen seperti cafestol dan kahweol dapat meningkatkan
kadar kolesterol.
Jenis penelitian ini yaitu penelitian observasional dengan desain penelitian
cross sectional. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juni hingga Desember
2022 di Fakultas Kedokteran Universitas Jember dan Desa Jenggawah,
Kecamatan Jenggawah, Kabupaten Jember. Sebanyak 60 sampel petani dipilih
dengan menggunakan metode simple random sampling. Riwayat konsumsi kopi
pada petani diperoleh dengan wawancara menggunakan kuisioner yang telah
disiapkan oleh peneliti dan pengukuran kadar kolesterol total menggunakan GCU
meter yang dilakukan oleh ahli. Variabel bebas dalam penelitian ini meliputi jenis
kopi dan frekuensi minum kopi, sedangkan variabel terikatnya adalah kadar
kolesterol total.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada pengaruh yang signifikan
antara jenis kopi dan frekuensi minum kopi dengan kadar kolesterol total.
Berdasarkan uji One-Way ANOVA pada jenis kopi memiliki pengaruh yang
signifikan pada kadar kolesterol total (p=0,040) dan frekuensi minum kopi juga
memiliki pengaruh yang signifikan pada kadar kolesterol total (p=0,021).
Kesimpulan dari penelitian ini adalah ada pengaruh yang signifikan jenis
kopi dan frekuensi minum kopi dengan kadar kolesterol total pada petani di desa
Jenggawah, kecamatan Jenggawah, kabupaten Jember.
Collections
- UT-Faculty of Medical [1515]