Pengaruh Variasi Suhu dan Waktu Terhadap Rendemen dan Derajat Deasetilasi Kitosan dari Cangkang Maggot
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Teknologi Pertanian
Abstract
Cangkang maggot Black Soldier Fly (BSF) merupakan limbah budidaya yang
berpotensi dimanfaatkan sebagai sumber kitin untuk produksi kitosan. Kualitas
kitosan yang dihasilkan dipengaruhi oleh kondisi proses deasetilasi, terutama suhu
dan waktu reaksi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi suhu
dan waktu deasetilasi menggunakan larutan NaOH 50% terhadap rendemen dan
derajat deasetilasi kitosan dari cangkang maggot, serta menentukan kondisi proses
yang paling efektif. Penelitian dilakukan melalui tahapan demineralisasi
menggunakan HCl, deproteinasi menggunakan NaOH, depigmentasi menggunakan
NaOCl, dan deasetilasi dengan variasi suhu 70°C dan 80°C serta waktu 7 jam dan
10 jam. Karakterisasi kitosan meliputi analisis kadar air, kadar abu, kadar nitrogen,
Fourier Transform Infrared Spectroscopy (FTIR), derajat deasetilasi, dan
rendemen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variasi suhu dan waktu deasetilasi
berpengaruh terhadap karakteristik kitosan yang dihasilkan. Derajat deasetilasi
tertinggi diperoleh pada perlakuan suhu 70°C selama 10 jam sebesar 90%,
sedangkan rendemen tertinggi diperoleh pada suhu 70°C selama 7 jam sebesar 20%.
Peningkatan suhu hingga 80°C cenderung menurunkan derajat deasetilasi menjadi
68% dan menurunkan rendemen hingga 15% pada perlakuan 80°C selama 10 jam.
Analisis FTIR menunjukkan keberadaan gugus fungsi khas kitosan yang
mengindikasikan keberhasilan proses deasetilasi. Berdasarkan hasil penelitian,
kondisi deasetilasi terbaik diperoleh pada suhu 70°C selama 10 jam karena
menghasilkan derajat deasetilasi tertinggi dengan rendemen yang masih tergolong
optimal sebesar 17%
Description
Finalisasi oleh Agus 27 Juli 2026
