Show simple item record

dc.contributor.authorPRIANTI, Febrilia Dwi
dc.date.accessioned2022-06-10T07:12:10Z
dc.date.available2022-06-10T07:12:10Z
dc.date.issued2021-07-28
dc.identifier.urihttp://repository.unej.ac.id/xmlui/handle/123456789/107129
dc.descriptionValidasi unggah file repositori_Kacung Finalisasi unggah file repositori tanggal 10 Juni 2022_Kurnadien_US
dc.description.abstractGemfibrozil (GEM) merupakan agen penurun lipid oral yang diklasifikasikan sebagai turunan asam fibrat. Gemfibrozil telah terbukti bermanfaat dalam hal penurunan penyakit jantung koroner. Gemfibrozil larut dalam etanol, metanol dan kloroform tetapi memiliki kelarutan yang sangat rendah di dalam air. Berdasarkan pernyataan tersebut, gemfibrozil termasuk ke dalam Biopharmaceutics Classification System (BCS) kelas II, yaitu golongan obat yang memiliki permeabilitas tinggi namun kelarutannya sangat rendah. Obat yang termasuk dalam golongan BCS kelas II, sifat kelarutannya menjadi salah satu faktor yang menentukan kecepatan absorbsi dan bioavailibilitas. Berdasarkan pernyataan tersebut, maka meningkatkan kelarutan dari gemfibrozil diharapkan dapat meningkatkan absorpsi dan bioavailabilitasnya. Kokristal farmasi telah digunakan sebagai strategi yang efektif untuk meningkatkan kelarutan dan laju disolusi tanpa mengubah aktivitas farmakologis bahan aktif obat. Kokristal didefinisikan sebagai pencampuran dua atau lebih senyawa yaitu bahan aktif farmasi dan koformer dengan tujuan untuk menghasilkan sistem padatan baru dengan sifat fisikokimia yang lebih baik dari bahan aktif farmasi murni. Komponen ini berada dalam perbandingan stokiometri tertentu dan dihubungkan oleh interaksi non-kovalen. Berdasarkan pernyataan tersebut, kokristal memiliki potensi untuk diterapkan pada bahan aktif obat. Koformer merupakan komponen penting pada pembentukan kokristalisasi bahan aktif obat. Dalam penelitian ini dibuat kokristal gemfibrozil menggunakan koformer asam maleat (AME) dan asam glikolat (GLI). Penelitian ini dilakukan preparasi padatan kokristal gemfibrozil-asam maleat (GEM-AME), dan gemfibrozil-asam glikolat (GEM-GLI) dengan metode penguapan pelarut menggunakan pelarut etanol. Metode penguapan pelarut merupakan metode yang paling sering digunakan dalam pembuatan sistem kokristal. Pemilihan pelarut etanol dipilih karena gemfibrozil, asam maleat, dan asam glikolat mudah larut dibandingkan pelarut organik lainnya. Pembentukan padatan baru dapat dibuktikan dengan melakukan pengkarakterisasian dan pengujian fase padat gemfibrozil-asam maleat dan gemfibrozil-asam glikolat. Karakterisasi yang dilakukan antara lain menggunakan Scanning Electron Microscope (SEM), Differential Scanning Calorimetry (DSC), Powder X-Ray Diffraction (PXRD), dan Fourier Transform Infrared (FTIR). Pengujian lanjutan yaitu dengan melakukan pengujian kelarutan dan disolusi dari sampel padatan kokristal yang dibandingkan dengan bahan penyusunnya. Data pengujian kelarutan dan disolusi tersebut, kemudian dianalisis data menggunakan perangkat lunak SPSS.en_US
dc.description.sponsorshipDr. apt. Yudi Wicaksono, S.Si., M.Si.(Pembimbing I) apt. Eka Deddy Irawan,S.Si.,M.Sc..(Pembimbing II)en_US
dc.language.isootheren_US
dc.publisherFakultas Farmasien_US
dc.subjectPeningkatan Kelarutanen_US
dc.subjectLaju Disolusi Gemfibrozilen_US
dc.subjectMetode Penguapan Pelaruten_US
dc.titlePeningkatan Kelarutan dan Laju Disolusi Gemfibrozil Melalui Pembentukan Kokristal dengan Metode Penguapan Pelaruten_US
dc.typeOtheren_US


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record