Show simple item record

dc.contributor.authorPRATAMA, Dimas
dc.date.accessioned2022-06-10T02:52:22Z
dc.date.available2022-06-10T02:52:22Z
dc.date.issued2021-07-19
dc.identifier.urihttp://repository.unej.ac.id/xmlui/handle/123456789/107109
dc.descriptionValidasi unggah file repositori_Kacung Finalisasi unggah file repositori tanggal 10 Juni 2022_Kurnadien_US
dc.description.abstractMasalah yang paling sering dialami oleh masyaratn Indonesia dengan daerah yang termasuk iklim tropis adalah hiperpigmentasi. Hiperpigmentasi dapat terjadi pada kulit yang sering terpapar sinar matahari karena produksi melanin yang berlebih. Hiperpigmentasi dapat mengganggu penampilan sehingga menurunkan rasa percaya diri seseorang. Kulit yang bersih dan sehat merupakan dambaan bagi setiap orang. Asam kojat dipalmitat dapat menjadi agen untuk mengatasi hiperpigmentasi karena dapat menghambat dalam pembentukan melanin. Asam Kojat Dipalmitat (AKD) merupakan agen pencerah kulit dengan mekanisme penghambatan enzim tirosinase pada produksi melanin. Asam kojat dipalmitat mempunyai sifat yang larut dalam minyak dan merupakan bentuk ester dari Asam Kojat . Kelebihan bentuk ester dari asam kojat adalah stabil terhadap panas, cahaya, dan penyimpanan. Rentang konsentrasi asam kojat dipalmitat untuk aktivitas pencerah adalah 0,4% – 4%. Mekanisme kerja asam kojat dipalmitat berada pada stratum basal pada lapisan kulit. Asam kojat dipalmitat perlu menembus stratum korneum menuju stratum basal untuk memulai aktivitas tersebut.. Pengembangan sediaan topikaldiperlukan guna meningkatkan efektivitas asam kojat dipalmitat untuk mencapai stratum basal menuju melanosit . Nanokrim adalah sediaan yang berbasis nanoemulsi berbentuk setengah padat dengan tujuan digunakan secara topikal yang memiliki ukuran diameter droplet 20-500 nm. Kelebihan dari sistem nanokrim adalah dapat meningkatkan efektivitas dan penetrasi dari zat aktif dengan efek samping lebih kecil. Palm oil merupakan minyak yang menjanjikan dan sesuai digunakan untuk pembuatan nanokrim sebagai pengantaran topikal Pembentukan droplet dalam fase minyak terjadi karena penambahan surfaktan dan kosurfaktan Salah satu komponen pembentuk nanokrim yang berperan vital adalah surfaktan karena berfungsi dalam penurunan tegangan antarmuka pada fase minyak dan fase air. Surfaktan tunggal kurang efektif menurunkan tegangan antarmuka fase minyak dan fase air sehingga perlu adanya kombinasi dengan kosurfaktan Kosurfaktan bekerja dengan cara menjadikan penetrasi fase minyak ke dalam area hidrofobik menjadi lebih besar pada monomer surfaktan sehingga tegangan antarmuka dapat berkurang. Tween 80 dan propilen glikol merupakan surfaktan dan kosurfaktan yang umum digunakan dalam formulasi sediaan nanokrim dipilih pada penelitian ini. Hal tersebut juga didasarkan pada kesesuaian nilai HLB yang digunakan dalam nanoemulsi oil in water (O/W) bernilai >10. Pada penelitian ini dilakukan optimasi pada jumlah surfaktan-kosurfaktan pada sediaan nanokrim asam kojat dipalmitat. Tween 80 sebagai surfaktan dan propilen glikol sebagai kosurfaktan. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan formula optimum nanokrim asam kojat dipalmitat terhadap respon yang dipili yaitu transmitan, viskositas, dan daya sebar. Formula optimum yang didapatkan selanjutnya dilakukan karakterisasi berupa pH, stabilitas, tipe nanokrim, ukuran partikel, dan organoleptis. Hasil dari penelitian yang didapatkan yaitu Tween 80 memberikan nilai peningkatan pada transmitan dan viskositas. Propilen glikol menurunkan nilai viskositas dan menaikkan nilai daya sebar serta tidak ada pengaruh interaksi antara tween 80 dan propilen terhadap nilai transmitan, viskositas, dan daya sebar. Tween 80 berpengaruh lebih besar dalam meningkatkan transmitan, dan daya sebar dibandingkan dengan propilen glikol. Formula optimum nanokrim asam kojat dipamitat yang didapatkan yaitu terdiri dari 31 mL tween 80 dan 4 mL propilen glikol dengan prediksi nilai transmitan 97,7416% , nilai viskositas 889,861 dPas, dan nilai daya sebar 5 cm. Formula optimum nanokrim asam kojat diplamitat memiliki tampilan warna putih susu, aroma khas kelapa, dan tidak ada pemisahan fase; pH 6,88±0,01; ukuran partikel 118,5±5,56 nm; distribusi ukuran partikel sebesar 0,0591 yang termasuk monodispersi. Pada uji stabilitas, formula optimum nanokrim asam kojat dinyatakan stabilitas tidak ada perbedaan yang signifikan. Uji tipe krim menunjukkan bahwa sediaan termasuk tipe minyak dalam air (M/A).en_US
dc.description.sponsorshipapt. Viddy Agustian R, S.Farm., M.Sc.(Pembimbing I) Dr. apt. Lina Winarti,S.Farm., MSc.(Pembimbing II)en_US
dc.language.isootheren_US
dc.publisherFakultas Farmasien_US
dc.subjectHiperpigmentasien_US
dc.subjectAsam Kojat Dipalmitat (AKD)en_US
dc.titleOptimasi Tween 80 dan Propilen Glikol dalam Nanokrim Asam Kojat Dipalmitat dengan Palm Oil Sebagai Fase Minyaken_US
dc.typeOtheren_US


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record