Show simple item record

dc.contributor.advisorKOMARIAH, Cicih
dc.contributor.advisorM.BLOMED, dr. Zahrah Febianti
dc.contributor.authorAL KAMAL, Ahmad Asrori
dc.date.accessioned2020-11-20T01:25:15Z
dc.date.available2020-11-20T01:25:15Z
dc.date.issued2020-03-22
dc.identifier.urihttp://repository.unej.ac.id/handle/123456789/102064
dc.description.abstractBioinsektisida adalah insektisida baru yang berasal dari makhluk hidup dan sangat direkomendasikan sebagai pengendali hama tanaman. Mikroorganisme yang sering dimanfaatkan dalam pembuatan insektisida ini, yaitu Bacillus thuringiensis (Bt). Bt mengisi 80% produk bioinsektisida yang dikembangkan dari bakteri Bacillus spp di Indonesia. Di dunia, bioinsektisida Bt mengisi 90-95% produk bioinsektisida yang dipasarkan di berbagai negara. Melalui studi pendahuluan, bioinsektisida Bt memiliki sifat asam sehingga dapat menyebabkan trauma kimia pada mata. Trauma kimia pada kornea dapat menyebabkan inflamasi yang ditandai dengan infiltrasi neutrofil ke kornea. Saat terjadi inflamasi, enzim protease akan memicu produksi sitokin proinflamasi yang menyebabkan neutrofil dari pembuluh darah limbus menginfiltrasi lokasi inflamasi. Sejauh ini belum ada penelitian mengenai efek paparan bioinsektisida Bt pada mata secara mikroskopis terutama terhadap peningkatan jumlah neutrofil. Penelitian ini menggunakan desain penelitian true experimental dengan pendekatan post test only control group design. Tujuan penelitian ini, yaitu menganalisis peningkatan jumlah neutrofil kornea tikus (Rattus norvegicus) strain wistar yang dipapar oleh bioinsektisida Bt. Jumlah sampel yang digunakan sebanyak 24 ekor yang dibagi ke dalam 4 kelompok perlakuan. Variabel bebas dalam penelitian ini ialah bioinsektisida Bt. Variabel terikat pada penelitian ini ialah jumlah neutrofil. Aklimatisasi tikus dilakukan selama satu minggu. Tikus diinduksi dengan larutan bioinsektisida Bt dengan konsentrasi 6 g/L, 8 g/L, dan 10 g/L. Kelompok kontrol diinduksi dengan normal salin. Semua kelompok diberi larutan sebanyak 3 ml yang dihabiskan selama 2 menit. Setelah diinduksi, mata ditutup dengan hipafix selama 30 menit. Induksi dilakukan 1 kali per hari selama 7 hari. Tikus yang telah diterminasi kemudian dienukleasi untuk mendapatkan bola mata. Spesimen dikirim ke Laboratorium Patologi Anatomi RSD Dr. Soebandi untuk dijadikan preparat dengan pewarnaan hematoksilin-eosin (HE). Preparat dibaca oleh 2 pengamat yang telah dilatih oleh ahli patologi anatomi Fakultas Kedokteran Universitas Jember untuk menghitung jumlah neutrofil rata-rata pada 5 lapang pandang menggunakan mikroskop cahaya yang dilengkapi optilab dengan perbesaran 400x. Hasil perhitungan rata-rata jumlah neutrofil tiap lapang pandang paling rendah terdapat pada kelompok kontrol negatif (0,17±0,16) sedangkan pada kelompok perlakuan didapatkan jumlah neutrofil secara berurutan dari yang terbesar pada kelompok perlakuan dengan konsentrasi Bt 8 g/L (P1) sebanyak 0,53±0,49 yang kemudian diikuti konsentrasi 10 g/l (P2) sebanyak 0,4±0,14 dan konsentrasi 12 g/l (P3) sebanyak 0,38±0,51. Uji normalitas dengan menggunakan Saphiro-Wilk didapatkan hasil p<0,05 pada beberapa kelompok perlakuan. Analisis data kemudian dilanjutkan dengan uji Kruskal-Wallis dengan hasil 0,111 (nilai p>0,05) yang artinya tidak terdapat perbedaan yang signifikan antar kelompok. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa terdapat peningkatan jumlah neutrofil pada kornea mata tikus wistar (Rattus norvegicus) yang dipapar oleh bioinsektisida Bacillus thuringiensis.en_US
dc.language.isoInden_US
dc.publisherFakultas Kedokteran Universitas Jember 2020en_US
dc.relation.ispartofseries162010101101;
dc.subjectbioinsektisida bacillus thuringiensisen_US
dc.subjectbioinsektisidaen_US
dc.subjectinsektisidaen_US
dc.subjectmakhluk hidupen_US
dc.subjecthama tanamanen_US
dc.subjectmikroorganismeen_US
dc.titlePeningkatan Jumlah Neutrofil Pada Kornea Tikus Wistar (Rattus Norvegicus) Yang Dipapar Oleh Bioinsektisida Bacillus Thuringiensisen_US
dc.typeThesisen_US
dc.identifier.kodeprodi0101011


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record