Show simple item record

dc.contributor.advisorPRIYONO, Teguh Hadi
dc.contributor.advisorPRIANTO, Fajar Wahyu
dc.contributor.authorDIARTI, Divanggi Dinda
dc.date.accessioned2020-08-03T04:30:33Z
dc.date.available2020-08-03T04:30:33Z
dc.date.issued2019-11-13
dc.identifier.urihttp://repository.unej.ac.id/handle/123456789/100309
dc.description.abstractSetiap wilayah memiliki potensi tersendiri untuk dikelola, sehingga akan terjadi perbedaan dari wilayah satu dengan wilayah lainnya. Dari perbedaan tersebut maka akan muncul karateristik atau pola pertumbuhan ekonomi pada masing – masing wilayah. Pemerataan pembangunan merupakan solusi untuk meningkatkan perekonomian, juga mengatasi masalah ketimpangan yang diakibatkan dari perbedaan tiap – tiap wilayah. Dengan mengetahui pola atau karateristik masing – masing wilayah, maka akan dapat dicari solusi atau kebijakan apa yang cocok untuk meningkatkan perekonomian wilayah tersebut. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengetahui pola pertumbuhan ekonomi di Satuan Wilayah Pengembangan (SWP) IV Jawa Timur, serta melihat ketertaitan atau dya tarik antar kabupaten di SWP IV Jawa Timur. Metode analisis yang digunakan adalah metode analisis deskriptif kuantitatif dengan menggunakan data sekunder dari Badan Pusat Statistik, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah dan Instansi lain yang diperlukan. Dua alat analisis yang digunakan dalam menemukan jawaban atas rumusan masalah penelitian ini adalah analisis Tipologi Klassen dan analisis Gravitasi. Spesifikasi data yang digunakan adalah data Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Jawa Timur dan masing – masing kabupaten di SWP IV Jawa Timur, Pendapatan perkapita, laju pertumbuhan, jumlah penduduk, dan jarak antar kabupaten. Berdasarkan hasil analisis Tipologi Klassen yang menunjukkan bahwa Kabupaten yang masuk dalam kategori Kuadran I atau wilayah maju dan tumbuh cepat adalah Kabupaten Jember karena tingkat laju pertumbuhan ekonomi dan pendapatan perkapita yang tinggi, dalam artian diatas nilai rata – rata laju pertumbuhan ekonomi dan pendapatan perkapita SWP IV Jawa Timur. Dan Kabupaten Bondowoso dan Kabupaten Situbondo termasuk dalam wilayah tertinggal (Kuadran IV) karena PDRB perkapita dan tingkat pertumbuhan ekonomi yang rendah atau dibawah rata – rata PDRB perkapita dan tingkat pertumbuhan ekonomi SWP IV Jawa Timur. Dengan begitu, Kabupaten Jember dapat menjadi pusat pertumbuhan di SWP IV Jawa Timur untuk mempengaruhi Kabupaten Bondowoso dan Kabupaten Situbondo agar terciptanya pemerataan pembangunan ekonomi dan meminimalisir ketimpangan daerah. Hasil analisis Gravitasi menunjukkan bahwa terjadi peningkatan daya tarik atau interaksi antara Kabupaten Jember selaku kabupaten acuan dan pusat pelayanan di SWP IV Jawa Timur dengan Kabupaten Bondowoso dan Kabupaten Situbondo. Daya tarik tertinggi terjadi antara Kabupaten Jember dan Kabupaten Bondowoso karena jarak tempuh kedua kabupaten ini lebih dekat daripada jarak tempuh Kabupaten Jember dengan Kabupaten Situbondo.en_US
dc.language.isoInden_US
dc.publisherProgram Studi Ekonomi Pembangunan Jurusan Ilmu Ekonomi Dan Studi Pembangunan Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Universitas Jember 2020en_US
dc.relation.ispartofseries150810101227;
dc.subjectPertumbuhan Ekonomien_US
dc.subjectPusat Pertumbuhanen_US
dc.subjectTipologi Klassenen_US
dc.subjectDaya Tarik Wilayahen_US
dc.titlePola Pertumbuhan Ekonomi Dan Daya Tarik Wilayah DI Satuan Wilayah Pengembangan (Swp) IV Jawa Timuren_US
dc.typeThesisen_US
dc.identifier.prodi0810101


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record