Show simple item record

dc.contributor.advisorSLAMIN, Slamin
dc.contributor.advisorPUTRA, Januar Adi
dc.contributor.authorROHMAN, Ahmad Feril Kholifur
dc.date.accessioned2020-04-19T06:44:00Z
dc.date.available2020-04-19T06:44:00Z
dc.date.issued2020-01-17
dc.identifier.nim152410101123
dc.identifier.urihttp://repository.unej.ac.id/handle/123456789/98241
dc.description.abstractDi jaman modern ini teknologi informasi berkembang dengan sangat pesat. sistem pembayaran non-tunai semakin dikembangkan di Indonesia. Salah satu instrumen pembayaran non-tunai yang sedang marak dikembangkan oleh pelaku sistem pembayaran di Indonesia adalah uang elektronik atau sering dikenal dengan e-money. Secara sederhana, uang elektronik (e-money) didefinisikan sebagai “alat pembayaran dalam bentuk elektronik dimana nilai uangnya disimpan dalam media elektronik tertentu.”. Perkembangan uang elektronik di Indonesia kian pesat. Berdasarkan Statistik Sistem Pembayaran Bank Indonesia, hingga Desember 2018 jumlah volume uang elektronik yang beredar di masyarakat mencapai 90 juta instrumen. Jika dibandingkan dengan Desember 2017 yang sebanyak 51 juta, jumlah tersebut meningkat hampir dua kali lipat. Dari sisi transaksi, nominal per Desember 2018 mencapai Rp11,5 triliun atau tumbuh 64 persen dibanding Desember 2017 yang senilai Rp7,06 triliun . Jika jumlah uang elektronik di Indonesia dibandingkan dengan jumlah pengguna aktif ponsel pintar sebesar 100 juta jiwa maka didapatkan selisih antara jumlah pengguna aktif ponsel pintar dengan jumlah uang elektronik sebesar 10 juta jiwa belum minat menggunakan uang elektronik. OVO adalah aplikasi uang elektronik yang memberikan kemudahan dalam bertransaksi dan juga kesempatan yang lebih besar untuk mengumpulkan poin di banyak tempat, terutama di penyedia layanan milik Lippo Group dan penyedia layanan yang bekerja sama dengan OVO. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis minat dan perilaku penggunaan layanan Uang Elektronik (E-Money) dari sudut pandang pengguna layanan aplikasi OVO. Dengan mengambil latar studi kasus di Kabupaten Jember sebagai sarana pengambilan sampel dan pendapat perspektif penelitian. Menggunakan dasar model penelitian dari Unified Theory Of Acceptance And Use Of Technology 2 (UTAUT2) Sampel penelitian berjumlah 380 responden dengan kriteria yaitu masyarakat Kabupaten Jember yang menggunakan aplikasi OVO dengan rentang usia 17-45 tahun. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan aplikasi SmartPLS 3.2.8. Adapun model yang dibangun dalam penelitian ini yaitu dengan menghubungkan pengaruh variabel ekspektasi kinerja, ekspektasi usaha, pengaruh sosial, motivasi hedonisme, nilai harga, kondisi yang memfasilitasi, , dan kebiasaan terhadap minat dan perilaku pengguna OVO. Dari 8 hipotesis yang telah dikembangkan, terdapat 7 variabel yang didukung/diterima yaitu ekspektasi usaha, motivasi hedonisme, nilai harga, kondisi yang memfasilitasi, kebiasaan dan minat penggunaan OVO. Selain itu , dari 12 hipotesis variabel yang di pengaruhi oleh moderasi age,experience, dan gender terdapat 9 hipotesis yang di dukung/ diterima .en_US
dc.language.isoInden_US
dc.publisherJurusan Sistem Informasi Fakultas Ilmu Komputer Universitas Jember.en_US
dc.subjectUang Elektroniken_US
dc.subjectE-MONEYen_US
dc.subjectLAYANAN APLIKASI OVOen_US
dc.subjectMETODE UNIFIED THEORY OF ACCEPTANCE AND USE OF TECHNOLOGY 2en_US
dc.subjectUTAUT 2en_US
dc.subjectMINATen_US
dc.subjectPERILAKU MASYARAKAT JEMBERen_US
dc.titleAnalisis Minat dan Perilaku Penggunaan Uang Elektronik (E-Money ) pada Layanan Aplikasi Ovo di Kabupaten Jember Menggunakan Metode Unified Theory of Acceptance and Use of Technology 2 ( UTAUT 2 )en_US
dc.typeThesisen_US


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record