Show simple item record

dc.contributor.advisorSUYOSO, Hemu
dc.contributor.advisorARIFIN, Syamsul
dc.contributor.authorDEVINA, Fahrin Saftya
dc.date.accessioned2020-04-07T05:45:10Z
dc.date.available2020-04-07T05:45:10Z
dc.date.issued2019-07-10
dc.identifier.nim151910301092
dc.identifier.urihttp://repository.unej.ac.id/handle/123456789/97893
dc.description.abstractProyek konstruksi merupakan sarana pemenuhan kebutuhan hidup manusia, yang harus diolah secara baik melalui berbagai cara, salah satunya dengan diadakannya manajemen yang baik dan efektif. Sukses tidaknya suatu proyek ditentukan oleh keputusan terbaik yang diambil. Sehingga, dalam melaksanakan suatu pembangunan, diperlukan perencanaan yang baik antara lain dengan mempertimbangkan waktu yang efisien, biaya yang efisien dan mutu yang berkualitas. Dalam penilitian ini dilakukan perencanaan penjadwalan pada Gedung Auditorium Universitas Jember menggunakan metode CPM dengan menggunakan software bantu manajemen konstruksi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui durasi proyek dari awal mulai sampai proyek bisa dijadwalkan selesai, dan mengetahui apa saja kegiatan yang bisa ditunda, dan apa saja kegiatan yang tidak bisa ditunda (kegiatan kritis). Kegiatan-kegiatan kritis yang ada selama proyek berlangsung diharapkan tidak terhambat, sehingga dapat dilakukan pengawasan dan pengerjaan yang sungguh-sungguh untuk mencegah keterlambatan yang mungkin bisa terjadi dalam pengerjaan proyek. Data yang akan digunakan untuk melakukan perhitungan durasi dan penentuan kegiatan kritis adalah work breakdown structure, bill of quantity, dan analisa harga satuan. Tahap pertama adalah penyusunan WBS dan penentuan jumlah tenaga kerja untuk memunculkan durasi tiap-tiap pekerjaan. Dibutuhkan koefisien tenaga kerja yang didapat dari AHS. Setelah mengetahui durasi masingmasing, selanjutnya adalah menyusun hubungan antar pekerjaan dalam program bantu manajemen konstruksi, hingga ditemukan durasi paling efektif. Keefektifan durasi bisa dipengaruhi oleh optimalnya tenaga kerja yang dipekerjakan dan hubungan antar pekerjaan yang diatur sesuai prosedur pekerja. Pada akhir perencanaan, ditemukan kegiatan kritis sebanyak 150 pekerjaan diantaranya pekerjaan yang berada pada bagian pekerjaan struktur, pekerjaan mekanikal, pekerjaan elektrikal, dan pekerjaan elektronika. Perencanaan durasi penyelesaian Proyek IDB Gedung Auditorium Universitas Jember semula menghasilkan waktu perencanaan selama 459 hari atau 15 bulan 9 hari, namun setelah dianalisis menggunakan optimalisasi tenaga kerja, durasi pengerjaan proyek dapat dipercepat menjadi 379 hari atau 12 bulan 14 hari.en_US
dc.language.isoInden_US
dc.publisherFAKULTAS TEKNIKen_US
dc.subjectProyek konstruksien_US
dc.titlePerencanaan Penjadwalan Pelaksanaan Proyek IDB Gedung Auditorium Universitas Jemberen_US
dc.typeThesisen_US
dc.identifier.prodiTEKNIK SIPIL
dc.identifier.kodeprodi1910301


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record