Show simple item record

dc.contributor.advisorMahriani
dc.contributor.advisorUtami, Eva Tyas
dc.contributor.authorPRIMASARI, Nindita Fitria
dc.date.accessioned2019-09-12T04:55:27Z
dc.date.available2019-09-12T04:55:27Z
dc.date.issued2019-09-12
dc.identifier.nimNIM121810401001
dc.identifier.urihttp://repository.unej.ac.id/handle/123456789/92736
dc.description.abstractFitoestrogen merupakan suatu senyawa yang bersifat estrogenik yang berasal dari tumbuhan. Fitoestrogen dapat digolongkan menjadi isoflavon dan lignan. Isoflavon merupakan salah satu jenis senyawa flvonoid yang banyak dijumpai pada kedelai. Kedelai hitam memiliki kandungan fenolik, tanin, antosianin dan isoflavon serta aktivitas antioksidan lebih tinggi dibanding kedelai kuning. Kedelai hitam memiliki kandungan flavonoid 6 kali lebih banyak dibanding kedelai kuning. Kandungan total flavonoid kedelai hitam (2,57) dan kuning (0,41) serta memiliki aktivitas antioksidan 15 kali lebih tinggi. Dengan kandungan flavonoid yang tinggi tersebut, kedelai hitam dapat dimanfaatkan sebagai salah satu sumber fitoestrogen dari luar tubuh yang berpengaruh terhadap sistem reproduksi betina. Salah satu organ reproduksi betina yang dapat dipengaruhi oleh fitoestrogen adalah ovarium. Ovarium berfungsi sebagai penghasil sel telur dan menghasilkan hormon reproduksi yaitu estrogen dan progesteron. Estrogen berperan dalam merangsang perkembangan kelenjar mamae, merangsang siklus estrus dan persiapan uterus untuk implantasi. Sedangkan progesteron berperan dalam mengatur siklus menstruasi. Produksi estrogen dapat berkurang akibat menopause dan ovariektomi. Penurunan kadar estrogen dalam tubuh menyebabkan perubahan fisiologis pada sistem reproduksi betina. Oleh sebab itu, diperlukan asupan hormon estrogen dari luar tubuh, dalam hal ini fitoestrogen dari kacang-kacangan dapat dimanfaatkan untuk menggantikan peran estrogen endogen. Mekanisme kerja fitoestrogen dalam jaringan adalah dengan berikatan pada reseptor estrogen. Penelitian dilakukan di Laboratorium Zoologi dan Laboratorium Botani Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Jember. Pada penelitian ini digunakan 30 ekor mencit (Mus musculus) strain Swiss Webster ovariektomi unilateral yang dibagi menjadi 5 kelompok perlakuan yaitu: kelompok kontrol negatif, kelompok kontrol positif, kelompok perlakuan dosis 1 (0,21 g/ml/hari), kelompok perlakuan dosis 2 (0,42 g/ml/hari), dan kelompok perlakuan dosis 3 (0,63 g/ml/hari). Ekstrak tepung kedelai hitam diberikan diberikan secara gavage. Perlakuan dilakukan selama 10 hari. pembuatan preparat histologi ovarium dengan metode parafin dan pewarnaan Haemotoxylin Eosin. Pengamatan dilakukan menggunakan mikroskop yang meliputi jumlah folikel primordial, folikel primer, folikel sekunder dan folikel de Graaf. Data yang diperoleh dari hasil penelitian dianalisis menggunakan uji One Way ANOVA dengan taraf kepercayaan 99 % atau α = 0,01 untuk mengetahui pengaruh dosis dan pengaruh lama perlakuan, dilanjutkan dengan Uji Duncan untuk melihat beda nyata antar kelompok perlakuan. Berdasarkan hasil penelitian, pemberian ekstrak tepung kedelai hitam pada mencit ovariektomi unilateral cenderung dapat meningkatkan rata-rata jumlah folikel primordial, folikel primer, folikel sekunder dan folikel de Graaf.en_US
dc.language.isoiden_US
dc.relation.ispartofseries121810401001;
dc.subjectKedelai Hitamen_US
dc.subjectEkstraken_US
dc.titlePengaruh Pemberian Ekstrak Kedelai Hitam (Glycine soja) Terhadap Struktur Ovarium dan Siklus Estrus Pada Mencit Ovariektomi Unilateral Strain Swiss Websteren_US
dc.typeUndergraduat Thesisen_US


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record