Show simple item record

dc.contributor.advisorJULIANTO, Didik Eko
dc.contributor.advisorISWORO, Sugeng
dc.contributor.authorJANNAH, Nurul Firoudotil
dc.date.accessioned2019-09-04T00:47:23Z
dc.date.available2019-09-04T00:47:23Z
dc.date.issued2019-09-04
dc.identifier.nimNIM140910202047
dc.identifier.urihttp://repository.unej.ac.id/handle/123456789/92473
dc.description.abstractPaguyuban Kaola Mandiri merupakan kelompok petani jamur merang yang berpusat di Jl. Airlangga Gg. VIII No. 36 Dusun Kaliputih, Desa Rambipuji, Kecamatan Rambipuji, Kabupaten Jember. Anggota tani yang dimiliki oleh paguyuban adalah 47 orang dan pengecer tetap sebanyak 19 orang. Produk yang dijual adalah jamur merang, jenis jamur merang yang dijual ada 3 jenis yaitu : jamur merang putih, jamujr merang semiputih dan jamur hitam. Jenis penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Penentuan informan didasarkan melalui teknik purposive method yaitu peneliti menentukan informan menurut kriteria tertentu yang telah ditetapkan. Teknik pengumpulan data dengan wawancara, observasi, dokumentasi, dan studi kepustakaan kepada obyek penelitian. Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis domain dan taksonomi. Analisis domain adalah analisis yang digunakan untuk memperoleh gambaran yang umum dan menyeluruh tentang situasi sosial yang diteliti atau obyek penelitian. Sedangkan analisis taksonomi adalah kelanjutan dari analisis domain, dimana domain-domain yang telah ditetapkan oleh peneliti dapat diurai secara rinci dan mendalam. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa paguyuban Kaola Mandiri menggunakan saluran ditribusi tidak langsung dan saluran distribusi langsung. Saluran distribusi tidak langsung untuk jamur segar yaitu : Petani -> Paguyuban Kaola Mandiri -> Pengecer -> Konsumen. Saluran ini digunakan dengan tujuan efektifitas waktu dan biaya, mengingat karakter produk yang dihasilkan mudah rusak. Adanya pengecer membantu penyebaran produk lebih cepat dipasar konsumen sehingga dapat menghindari terjadinya penumpukan barang di paguyuban. Proses distribusi dari petani ke pengecer adalah petani menyetorkan hasil panen dengan datang ke kantor paguyuban Kaola Mandiri. Proses Distribusi dari Paguyuban ke pengecer juga sama yaitu pengecer datang ke paguyuban untuk membeli produk jamurnya. Lalu proses distribusi dari pengecer ke konsumen dengan menjual kembali barang secara ecer pada tempat pendistribusian masingmasing seperti dipasar dll. Saluran distribusi langsung yang digunakan oleh paguyuban Kaola Mandiri yaitu: Paguyuban Kaola Mandiri  Konsumen Akhir. Saluran ini digunakan untuk penjualan produk jamur blanching dan jamur mekar. Penjualan produk blanching hanya berdasarkan pesanan dan untuk penyelamatan jamur yang tidak laku pada sesaat sebelum membusuk. Berdasarkan hasil analisis margin yang dilakukan bahwa saluran distribusi yang digunakan adalah menguntungkan bagi setiap lembaga-lembaga yang terlibat dalam saluran distribusi.en_US
dc.language.isoiden_US
dc.relation.ispartofseries140910202047;
dc.subjectDistribusien_US
dc.subjectJamur Merangen_US
dc.titleImplementasi Saluran Distribusi Pada Paguyuban Petani Jamur Merang Kaola Mandiri di Jemberen_US
dc.typeUndergraduat Thesisen_US


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record