Show simple item record

dc.contributor.advisorSugiarti, Titik
dc.contributor.advisorPratama, Randi
dc.contributor.authorWahyuningtyas, Dinar Aulia
dc.date.accessioned2019-08-13T02:32:25Z
dc.date.available2019-08-13T02:32:25Z
dc.date.issued2019-08-13
dc.identifier.nim150210101007
dc.identifier.urihttp://repository.unej.ac.id/handle/123456789/91681
dc.description.abstractMetakognisi adalah kesadaran seseorang tentang proses berpikirnya sendiri. Metakognisi adalah cara untuk meningkatkan kesadaran mengenai proses berpikir dan kemampuan mereka dalam menerapkan strategi belajar yang tepat. Siswa yang mengelola kegiatan kognitifnya dengan baik memungkinkan dapat menangani tugas dan menyelesaikan masalah dengan baik pula. Seperti yang dikemukakan Omrod (2008:369) banyak siswa yang menganggap dalam memecahkan masalah matematika tidak memerlukan kegiatan metakognisi sehingga soal cerita yang mudah juga dapat membuat siswa salah dalam mengerjakannya. Menyelesaikan soal cerita merupakan salah satu bagian dalam melatih kemampuan pemecahan masalah sehingga diperlukan langkah-langkah dan strategi yang tepat. Dalam hal ini metakognisi sangat diperlukan. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana profil metakognisi dalam menyelesaikan soal cerita materi sistem persamaan linear dua variabel ditinjau dari kemampuan matematika dan gender siswa SMP kelas VIII. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan profil metakognisi dalam menyelesaikan soal cerita materi sistem persamaan linear dua variabel ditinjau dari kemampuan matematika dan gender siswa SMP kelas VIII. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Subjek penelitian ini adalah enam siswa dari kelas VIII A SMPN 1 Ambulu. Instrumen penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu: soal tes kemampuan matematika, soal cerita matematika, dan pedoman wawancara. Berdasarkan analisis data validasi instrumen, ketiga instrumen tersebut dinyatakan valid. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini melalui tes dan wawancara. Tes yang dilakukan ada 2 yaitu tes kemampuan matematika untuk menentukan subjek penelitian dan tes soal cerita matematika. Fokus penelitian ini yaitu satu siswa perempuan dan satu siswa laki-laki berkemampuan matematika tinggi, satu siswa perempuan dan satu siswa laki-laki berkemampuan matematika sedang, satu siswa perempuan dan satu siswa laki-laki berkemampuan matematika rendah. Subjek yang terpilih diberikan tes soal cerita matematika dan dilakukan kegiatan wawancara. Berdasarkan hasil tes dan wawancara yang dilakukan, keenam subjek melakukan semua kegiatan metakognisi. Siswa perempuan dan siswa laki-laki berkemampuan matematika tinggi mampu melakukan kegiatan perencanaan, pemantauan, dan evaluasi dengan lengkap yang ditunjukkan dengan tercapainya semua indikator pada setiap tahap memahami soal, membuat rencana, melaksanakan rencana, dan memeriksa kembali. Siswa perempuan dan siswa lakilaki berkemampuan sedang mampu melakukan kegiatan perencanaan dan pemantauan tetapi kurang lengkap karena beberapa indikator tidak tercapai yaitu tidak menuliskan apa yang diketahui dan ditanya dalam soal dan tidak mampu menguji hasil yang diperoleh namun melakukan kegiatan evaluasi dengan lengkap. Siswa perempuan berkemampuan matematika rendah melakukan kegiatan perencanaan, pemantauan dan evaluasi tetapi kurang lengkap. Siswa lakilaki berkemampuan matematika rendah melakukan kegiatan perencanaan dan evaluasi dengan lengkap tetapi tidak melakukan kegiatan pemantauan dengan lengkap. Kegiatan metakognisi siswa laki-laki berkemampuan matematika tinggi berbeda dengan kegiatan metakognisi siswa laki-laki berkemampuan matematika rendah. Kedua subjek sama-sama melakukan semua tahap akan tetapi untuk siswa laki-laki berkemampuan matematika tinggi lebih lengkap karena semua indikator tercapai sedangkan siswa laki-laki berkemampuan matematika rendah tidak memenuhi beberapa indikator. Kegiatan metakognisi siswa perempuan berkemampuan matematika tinggi juga berbeda dengan kegiatan metakognisi siswa perempuan berkemampuan matematika rendah. Kedua subjek juga samasama melakukan semua tahap akan tetapi untuk siswa perempuan berkemampuan matematika tinggi lebih lengkap karena semua indikator tercapai.en_US
dc.language.isoiden_US
dc.subjectProfil Metakognisien_US
dc.subjectPersamaan Linear Dua Variabelen_US
dc.titleProfil Metakognisi Dalam Menyelesaikan Soal Cerita Materi Sistem Persamaan Linear Dua Variabel Ditinjau Dari Kemampuan Matematika Dan Gender Siswa SMP Kelas VIII. Viiien_US
dc.typeUndergraduat Thesisen_US


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record