Show simple item record

dc.contributor.authorA’YUN, Luluk Faizatul
dc.date.accessioned2019-08-12T03:53:11Z
dc.date.available2019-08-12T03:53:11Z
dc.date.issued2019-08-12
dc.identifier.nim130210205017
dc.identifier.urihttp://repository.unej.ac.id/handle/123456789/91648
dc.description.abstractBerdasarkan permasalahan tersebut, maka dilakukan penelitian dengan bermain playdough. Masalah yang dirumuskan dalam penelitian, yaitu bagaimanakah penerapan bermain playdough untuk meningkatkan kemampuan motorik halus anak kelompok A melalui bermain playdough di RA Annuriyyah Kecamatan Rambipuji Kabupaten Jember Tahun Pelajaran 2016/2017. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan mendeskripsikan penerapan kemampuan motorik halus dengan bermain playdough untuk meningkatkan kemampuan motorik halus anak kelompok A. Subjek penelitian ini adalah anak kelompok A RA Annuriyyah Kecamatan Rambipuji Kabupaten Jember. Jenis penelitian ini adalah Peneliian Tindakan Kelas dengan tahapan perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi. Proses penerapan bermain playdough dalam penelitian ini dilakukan dengan siklus. Siklus I guru menjelaskan cara membentuk playdough, selanjutnya anak mempraktekkan dalam membentuk playdough tersebut. Setelah anak membentuk playdoug, anak harus melakukannya dengan baik sehingga mendapatkan hasil yang maksimal, kemudian anak diperintah untuk maju menunjukkan hasil karya yang sudah anak buat. Setelah tindakan yang dilakukan pada siklus I, ternyata ada beberapa anak yang kemampuan motorik halusnya belum berkembang maka dilakukan Siklus II. Guru lebih jelas lagi dalam memberikan penjelasan cara membuat bentuk alat komunikasi menggunakan media playdough, pada pembelajaran ini guru langsung memberikan contoh kepada anak untuk membentuk alat komunikasi tersebut menggunakan media playdough. Setelah itu anak mulai membentuk tanpa bantuan guru. sehingga dalam siklus II ini kemampuan mototrik halus anak benar-benar meningkat atau berkembang. Jika anak sudah dapat menyelesaikan tugasnya dengan baik anak akan diberikan stiker oleh guru supaya anak merasa senang dalam membentuk playdough serta selalu termotivasi untuk lebih meningkat belajarnya dan kemampuan motorik halus anak tercapai dengan maksimal. Peningkatan kemampuan motorik halus anak kelompok A melalui bermain playdough diketahui nilai rata-rata kemampuan motorik halus anak pada prasiklus 65% dari 20 anak 13 anak yang berkembang, kemampuan motorik halus anak meningkat menjadi 90,4% dari 20 anak 18 yang berkembang pada siklus I dan kemampuan motorik halus pada siklus II seluruh anak mengalami peningkatan menjadi 99,5% dengan kualifikasi seluruh anak mengalami peningkatan dalam perkembangan motorik halus pada siklus II. Atas dasar itu, maka dapat disimpulkan bahwa penerapan bermain playdough dalam meningkatkan kemampuan motorik halus anak pada kelompok A di RA Annuriyyah. Saran yang berkaitan dengan penerapan bermain playdough yaitu sebagai masukan untuk memperbaiki media pembelajaran agar tujuan pembelajaran tercapai dengan baik. Sehingga perkembangan motorik halus anak dapat meningkat secara maksimal.en_US
dc.language.isoiden_US
dc.subjectKemampuan Motorik Halusen_US
dc.subjectPlaydoughen_US
dc.titlePeningkatan Kemampuan Motorik Halus Melalui Bermain Playdough Pada Kelompok A Di Ra Annuriyyah Kecamatan Rambipuji Kabupaten Jember Tahun Pelajaran 2016/2017en_US
dc.typeUndergraduat Thesisen_US


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record