Show simple item record

dc.contributor.advisorENTIN, Hidayah
dc.contributor.advisorGUSFAN, Halik
dc.contributor.authorAIDA, Putri Ariansyah
dc.date.accessioned2018-11-27T11:46:27Z
dc.date.available2018-11-27T11:46:27Z
dc.date.issued2018-11-27
dc.identifier.nimNIM141910301106
dc.identifier.urihttp://repository.unej.ac.id/handle/123456789/88514
dc.description.abstractKetersediaan listrik saat ini merupakan kebutuhan yang cukup penting untuk menunjang aktivitas manusia. Berdasarkan catatan dalam RUPTL PLN tahun 2017-2026, kebutuhan listrik wilayah Jawa-Bali mengalami peningkatan kebutuhan listrik sebesar 7,2% pertahun. Peningkatan kebutuhan tersebut dapat dipenuhi oleh Perusahaan Listrik Nasional (PT. PLN) yang bekerja sama dengan pihak luar dalam rangka penyediaan energi. Seiring dengan berkembangnya teknologi, dunia kelistrikan telah lama memperkenalkan energi terbarukan yang dapat digunakan sebagai pembangkit listrik salah satunya adalah Pembangkit Listrik Tenaga Air. PLTA merupakan jenis pembangkit listrik yang memanfaatkan ketinggian dan debit air dalam jumlah tertentu sehingga dapat menggerakkan turbin dan generator. Prinsip kerja PLTA yaitu dengan memanfaatkan tinggi jatuhnya air dan besarnya debit sungai. Di wilayah Jawa Timur terdapat sungai terpanjang kedua setelah Bengawan Solo yaitu Sungai Brantas. Sungai tersebut merupakan salah satu sungai yang memiliki debit cukup besar. Pada badan sungai tepatnya di desa Jatimlerek terdapat sebuah bendung karet yang difungsikan sebagai peninggi muka air untuk irigasi. Dengan besarnya debit yang tersedia bukan tidak mungkin dapat dimanfaat sebagai pembangkit listrik. Perencanaan pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Air dilakukan di sekitar wilayah bendung karet Jatimlerek yang terletak di Kecamatan Plandaan Kabupaten Jombang. Pada tahap awal perencanaan adalah menentukan debit andalan dan tinggi jatuh air. Penentuan debit andalan diperoleh dengan cara mengumpulkan data pencatatan debit dalam 10 tahun terakhir dan mengolah data tersebut dengan menggunakan metode Flow Duration Curve (FDC) untuk menentukan probabilitas debit yang optimal. Selanjutnya melakukan pengukuran untuk memperoleh tinggi jatuh air yang paling besar. Bagian terpenting dalam perencaan adalah mengetahui seberapa besar daya listrik yang bisa dibangkitkan. Berdasarkan hasil perhitungan didapatkan debit andalan untuk pembangkitan sebesar 45,231 m3/detik dengan probabilitas 70%. Tinggi jatuh air ditetapkan sebesar 4,505 meter berdasarkan perhitungan elevasi di lapangan. Dengan tinggi jatuh kurang dari 20 meter maka pemilihan turbin yang memenuhi hanya ada 2 yaitu turbin kaplan dan propeller. Pada penilitian ini dipilih turbin kaplan dikarenakan baling-baling yang dapat disesuaikan dengan diameter runner antara 2 sampai 11 meter sehingga mampu melayani debit air yang tinggi. Spesifikasi turbin Kaplan direncanakan dengan efisiensi sebesar 0,925 berdasarkan grafik hubungan perbandingan debit aktual dan debit desain dengan efisiensi turbin. Sedangkan untuk efisiensi generator sinkron direncanakan sebesar 0,97 sehingga memperoleh daya atau kapasitas listrik sebesar 1753,7289 kilowatt.en_US
dc.language.isoiden_US
dc.relation.ispartofseries141910301106;
dc.subjectKetersediaan listriken_US
dc.subjectKebutuhanen_US
dc.subjectCukup pentingen_US
dc.subjectMenunjang aktivitas manusiaen_US
dc.subjectKebutuhan listriken_US
dc.subjectPeningkatan kebutuhan listriken_US
dc.titlePerencanaan Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro Pada Bendung Karet Jatimlerek Kecamatan Plandaan Kabupaten Jombangen_US
dc.typeUndergraduat Thesisen_US


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record