Show simple item record

dc.contributor.authorResti Ika Mirlina Sari
dc.date.accessioned2013-12-13T01:15:56Z
dc.date.available2013-12-13T01:15:56Z
dc.date.issued2013-12-13
dc.identifier.nimNIM060210103232
dc.identifier.urihttp://repository.unej.ac.id/handle/123456789/8746
dc.description.abstractNama umum Spdoptera litura, Fabricius adalah ulat grayak, atau sering disebut ulat tentara. Serangga ini merusak saat stadia ulat, yaitu memakan daun, sehingga daun menjadi berlubang-lubang. Serangan ulat grayak menyebabkan daun tanaman menjadi layu dan berbercak putih. Ujung daun biasanya tampak terpotongpotong. Daun menjadi tembus pandang karena yang tersisa hanya kulit ari saja (Fachruddin, 2000: 84). Biasanya larva berada di permukaan bawah daun dan menyerang secara serentak dan berkelompok (Marwoto dan Suharsono, 2008). Ulat Grayak merupakan hama utama pada tanaman kedelai. Adapun beberapa hal yang dapat mempengaruhi preferensi oviposisi pada tanaman inang diantara adalah faktor morfologi daun yaitu luas permukaan daun, usia daun, dan biomassa daun. Serangga terkadang menunjukkan adanya pemilihan makan pada organ atau jaringan tertentu pada tumbuhan berdasarkan usia fisiologisnya. Tingkat usia daun mempengaruhi produksi zat kimia pertahanan diri, beberapa diantaranya meningkat, meskipun pada beberapa jenis lain menurun. Pada beberapa daun, berat spesifik daun umumnya menurun seiring dengan peningkatan luas permukaan daun, dan meningkat seiring dengan ketebalan daun. Pengukuran berat spesifik daun digunakan untuk menyatakan fungsi fisiologisnya terkait dengan ketahanan tanaman terhadap serangan hama. Penelitian dilaksanakan mulai 04 Juli 2010 sampai akhir bulan Agustus 2010 di Dinas Pertanian dan Hortikultura, Patrang, kabupaten Jember. Metode penelitian menggunakan rancangan faktorial, untuk perlakuan digunakan tiga varietas kedelai, yaitu varietas Surya, Galunggung, dan Baluran dengan tiga kali ulangan. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa jumlah telur Spodoptera litura yang ditemukan pada tiap usia daun kedelai varietas Surya adalah 6,33 butir pada usia tua, 518,00 butir pada usia dewasa, dan 3,67 butir pada usia muda. Pada varietas Galunggung dan Baluran hanya ditemukan pada daun dewasa, yaitu 118,73 butir dan 341,43 butir. Usia daun kedelai menunjukkan adanya pengaruh tidak nyata (p=0,60) terhadap preferensi oviposisi Spodoptera litura. Rerata luas permukaan daun kedelai pada penelitian ini adalah 1791,27 mm2 pada varietas Surya dengan rerata jumlah telur yang ditemukan pada tiap daun 37,71 butir, pada varietas Galunggung 2096,90 mm2 dengan rerata jumlah telur yang ditemukan pada tiap daun 10,38 butir, dan varietas Baluran 1513,32 mm2 dengan rerata jumlah telur yang ditemukan pada tiap daun 33,36 butir. Luas permukaan daun kedelai berpengaruh sangat nyata (p=0,00) terhadap preferensi oviposisi Spodoptera litura. Rerata biomassa daun kedelai varietas Surya adalah 0,080 mg/mm2 dengan rerata jumlah telur yang ditemukan pada tiap daun sebesar 37,71 butir, varietas Galunggung 0,091 mg/mm2 dengan rerata jumlah telur yang ditemukan pada tiap daun sebesar 10,38 butir, dan Baluran 0,086 mg/mm2 dengan rerata jumlah telur yang ditemukan pada tiap daun sebesar 33,36 butir. Besarnya biomassa daun kedelai menunjukkan adanya pengaruh tidak nyata (p=0,12) terhadap preferensi oviposisi Spodoptera litura.en_US
dc.language.isootheren_US
dc.relation.ispartofseries060210103232;
dc.subjectUsia, Luas Permukaan, Biomassa Daun, Kedelai, Preferensi Oviposisien_US
dc.titlePENGARUH USIA, LUAS PERMUKAAN, DAN BIOMASSA DAUN PADA TIGA VARIETAS KEDELAI (Glycine max (L) Merill) TERHADAP PREFERENSI OVIPOSISI Spodoptera litura, Fabricius.en_US
dc.typeOtheren_US


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record