Show simple item record

dc.contributor.advisorWitcahyo, Eri
dc.contributor.advisorUtami, Sri
dc.contributor.authorKhumaidi, Muhammad
dc.date.accessioned2018-05-24T06:30:08Z
dc.date.available2018-05-24T06:30:08Z
dc.date.issued2018-05-24
dc.identifier.nimNIM132110101171
dc.identifier.urihttp://repository.unej.ac.id/handle/123456789/85774
dc.description.abstractPelayanan neonatus merupakan pelayanan untuk bayi usia 0 - 28 hari. Permasalahan kesehatan anak masih sangat besar dan angka kematian bayi di Indonesia masih sangat tinggi. Angka Kematian Bayi (AKB) adalah jumlah kematian bayi dalam usia kurang dari satu tahun per 1000 kelahiran hidup. Hasil Survei Penduduk Antar Sensus (SUPAS) dalam Profil Kesehatan Indonesia 2015 menunjukkan AKB di Indonesia sebesar 22,23 per 1.000 kelahiran hidup. Profil kesehatan Jawa Timur 2014 menunjukan AKB di atas 26,66 per 1.000 kelahiran hidup angka ini lebih tinggi dari AKB nasional. Kabupaten Jember berada pada posisi nomor 2 tertinggi di Jawa Timur dengan 54,72 per 1.000 kelahiran. Kejadian kematian bayi dalam tiga tahun disetiap Kecamatan sangat bervariasi dan kejadian tertinggi kematian bayi berada di Kecamatan Sukowono. 79,3% kematian bayi di Kabupaten Jember dan 80% kematian bayi di Kecamatan Sukowono terjadi pada masa neonatus. Masa neonatus memang menjadi masa paling berIsiko terhadap gangguan kesehatan pada bayi oleh karena itu diperlukan pelayanan kesehatan yang baik pada masa itu. Pelayanan neonatus dibutuhkan untuk menjaga kesehatan bayi ketika baru lahir sampai usia 28 hari. Pencapaian pelayanan neonatus di Sukowono pada tahun 2016 masih belum mencapai target. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan pelaksanaan pelayanan neonatus menggunakan teori sistem yang dilihat dari input, process, dan output dari pelayanan neonatus. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan jenis studi kasus. Menggambarkan komponen pelayanan yang digunakan dalam pelayanan neonatus. Dilakukan di Puskesmas Sukowono dan Dinas Kesehatan Kabupaten Jember. Dalam penelitian ini variabel yang diteliti yaitu input terdiri dari man (pengetahuan, usia, lama kerja, ketersediaan SDM,), money, material (logistik obat dan media), machine (sarana dan peralatan kesehatan), method (pedoman, SOP, bentuk pelayanan, akses masyarakat). Process yang terdiri dari Pelaksanaan (sosialisasi, skrining, perawatan bayi, kunjungan neonatus, konseling, rujukan) dan pengawasan (pencatatan dan pelaporan). Output yaitu capaian dari pelayanan neonatus. Dari hasil penelitian ini diketahui input yaitu man dari tenaga paramedis masih terdapat kekurangan perawat di ruang bersalin, pengetahuan masyarakat masih kurang tentang pelayanan neonatus. Money yaitu dana masih mengalami kesulitan dalam pengurusan dokumen pertanggungjawaban. Masih terdapat kekurangan di material dan machine yaitu pada obat, peralatan di polindes, dan media promosi kesehatan. Method yaitu pelaksanaan kegiatan masih belum sesuai pedoman. Dilihat dari proces yaitu sosialisasi kurang melibatkan pihak desa dan tokoh masyarakat. Skrining bayi baru lahir sudah tidak dilaksanakan lagi. Dalam Kunjungan neonatus masih ada bidan yang melaksanakan pelayanan tidak sesuai ketentuan saat kunjungan rumah dan peralatan yang dibawah. Konseling sudah dilaksanakan namun masyarakat masih kurang aktif dalam berdiskusi. Rujukan terdapat kendala pada tempat rujukan hanya ke RSD dr.Soebandi dan sering penuh. Pencatatan yaitu penggunaan buku KIA yang belum optimal. Pelaporan masih terdapat perbedaan data di Puskesmas dan Dinas Kesehatan Kabupaten. Output yaitu capaian kunjungan neonatus masih belum tercapai karena target yang terlalu tinggi.en_US
dc.language.isoiden_US
dc.relation.ispartofseries132110101171;
dc.subjectPelayanan Neonatusen_US
dc.titleGambaran Pelaksanaan Pelayanan Neonatus Di Puskesmas Sukowono Kabupaten Jember Tahun 2016en_US
dc.typeOtheren_US


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record