Show simple item record

dc.contributor.advisorKiswaluyo
dc.contributor.advisorSulistiyani
dc.contributor.authorPuteri, Iffa Nadhiya
dc.date.accessioned2018-05-04T00:39:45Z
dc.date.available2018-05-04T00:39:45Z
dc.date.issued2018-05-04
dc.identifier.nimNIM 141610101041
dc.identifier.urihttp://repository.unej.ac.id/handle/123456789/85665
dc.description.abstractMasalah kesehatan gigi dan mulut menjadi perhatian yang sangat penting dalam lingkungan kesehatan. Salah satunya adalah rentannya kelompok anak usia sekolah terhadap gangguan kesehatan gigi dan mulut. Hasil kunjungan Puskesmas Ambulu penderita karies setiap tahunnya mengalami peningkatan yaitu 261 kunjungan pada tahun 2014 dan 297 kunjungan pada tahun 2015. Data ini menimbulkan dugaan bahwa perilaku masyarakat Jember masih mengabaikan kesehatan gigi dan mulut. Program UKGS yang telah diterapkan saat ini kurang memberikan kontribusi terhadap peningkatan kesehatan gigi dan mulut. UKGS ini termasuk salah satu program puskesmas dalam pelayanan kesehatan gigi. Upaya yang dilakukan dalam program UKGS ini berupa peningkatan kesehatan gigi dan mulut, pencegahan penyakit gigi dan mulut, pengobatan dan pemulihan terhadap karies gigi. Kegiatan UKGS di puskesmas Patrang dilaksanakan sesuai dengan standar yang ada yaitu dua kali dalam setahun maka dibutuhkan 80 kali pelaksanaan UKGS. Puskesmas Patrang hanya memiliki satu dokter gigi dan tidak ada perawat gigi. Hari kerja dokter gigi dalam sebulan adalah 24 hari, apabila satu dokter gigi melakukan kegiatan UKGS di 40 SD dan MI dalam setahun maka dibutuhkan 80 hari kerja untuk melaksanakannya. Data tersebut menunjukkan program UKGS di puskesmas. Peneliti ingin berinovasi agar dapat meningkatkan pengetahuan dan kesehatan gigi dengan menggunakan media robot edukasi gigi. Robot edukasi gigi merupakan media alternatif yang modern untuk meningkatkan kesehatan gigi dan mulut khususnya pada anak dalam program UKGS. Program UKGS yang saat ini berjalan kurang efektif dalam menarik minat dan perhatian anak usia sekolah untuk menjaga kesehatan gigi dan mulut. Robot edukasi gigi ini memiliki kelemahan yaitu harganya mahal, pembuatan yang rumit.en_US
dc.language.isoiden_US
dc.subjectKEBERSIHAN MULUTen_US
dc.titleEFEKTIVITAS PENYULUHAN MENGGUNAKAN MEDIA ROBOT EDUKASI GIGI TERHADAP KEBERSIHAN MULUT PADA SISWA SD AL BAITUL AMIEN DAN SDN BINTORO 3 KECAMATAN PATRANG KABUPATEN JEMBERen_US
dc.typeUndergraduat Thesisen_US


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record