Show simple item record

dc.contributor.authorJIMMY RIZKY MONDA
dc.date.accessioned2013-12-12T04:06:43Z
dc.date.available2013-12-12T04:06:43Z
dc.date.issued2013-12-12
dc.identifier.nimNIM071610101023
dc.identifier.urihttp://repository.unej.ac.id/handle/123456789/8454
dc.description.abstractKalsium merupakan mineral yang paling banyak terdapat di dalam tubuh manusia dan merupakan mineral penyusun hidroksiapatit terbesar (Tjokoprawiro, 2000). Jika kadar kalsium ini turun atau tidak memenuhi kebutuhan metabolismetubuh, homeostasis akan terganggu yaitu meningkatnya produksi hormon paratiroid yang menyebabkan meningkatnya pula aktivitas osteoklas sehingga terjadi resorbsi tulang secara dini. Hal ini dilaporkan dapat dicegah dengan cara memperbaiki asupan gizi sehingga asupan dan kebutuhan tubuh akan kalsium terpenuhi, salah satunya dengan mengonsumsi minyak ikan. Minyak ikan yang dikonsumsi dapat berasal dari jenis ikan yang berbeda seperti minyak ikan lemuru dan minyak ikan menhaden.Kandungan asam lemak omega-3 dan vitamin D dalam minyak ikan dapat menjaga dan meningkatkan kadar kalsium (Indahyani, 2001). Asam lemak omega-3dalam minyak ikan yang berperan dalam meningkatkan kadar kalsium adalah EPA (eicosapentaenoic acid) dan DHA (docosahexaenoic acid). EPA dan DHA diharapkan dapat menjaga dan meningkatkan kadar kalsium dalam tubuh karena mempunyai kemampuan untuk menurunkan mediator resorbsi tulang yaitu PGE2, IL-1, IL-6, dan TNF-α. Sedangkan vitamin D dalam bentuk aktif yaitu 1,25 dihidroksikolikalsiferol dapat meningkatkan absorbsi kalsium (Ca) pada usus (intestinal). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian minyak ikan lemuru dan minyak ikan manhaden terhadap kadar kalsium pada tulang femur tikus wistar jantan. Jenis penelitian ini adalah eksperimental laboratoris yang dilakukan di Laboratorium Biomedik Fakultas Kedokteran Gigi dan Laboratorium Ilmu Tanah Fakultas Pertanian Universitas Jember. Rancangan penelitian the post only control group design.Penelitian ini dibagi menjadi satu kelompok kontrol (K) dan dua kelompok perlakuan (P). kelompok K terdiri dari 6 ekor tikus wistar jantan yang diberi asupan larutan aquadest, sedangkan kelompok P terdiri dari 12 ekor tikus wistar jantan yang diberi asupan minyak ikan, 6 ekor dengan minyak ikan lemuru dan 6 ekor dengan minyak ikan menhaden. Pemberian aquadest dan minyak ikan dilakukan secara intra gastric selama 28 hari. Selanjutnya tikus yang sudah didekaputasi dengan eter diambil tulang femurnya untuk dilakukan pengukuran kadar kalsiumnya menggunakan AAS(Atomic Absorption Spectrophotometry). Hasil yang didapatkan dari penelitian ini adalah rata-rata kadar kalsium tulang femur pada kelompok K 446,73 mEq/L; kelompok P1 591,54 mEq/L; kelompok P2 489,53 mEq/L. Hasil penelitian secara deskriptif menunjukkan adanya perbedaan. Nilai rerata kadar kalsum yang tinggi dengan menggunakan AAS menunjukkan kandungan kalsium dalam tulang femur yang tinggi. Berdasarkan analisa statistik, setelah dilakukan uji normalitas dan homogenitas, data tersebut menunjukkan perbedaan yang bermakna p= 0,012 (p<0,05) pada uji One Way Anova. Hal ini menunjukkan minyak ikan manhaden memiliki kemampuan yang lebih baik dalam meningkatkan kadar kalsium tulang karena kandungan asam lemak omega-3 yaitu EPA dan DHA yang lebih tinggi dari minyak ikan lemuru. Kandungan EPA dan DHA inilah yang dapat meningkatkan kadar level kalsium dengan menurunkan mediator resorpsi tulang dan memenuhi kebutuhan tubuh akan kalsium. Berdasarkan uraian tersebut, disimpulkan bahwa minyak ikan menhaden mempunyai pengaruh yang lebih baik dalam meningkatkan kadar kalsium.en_US
dc.language.isootheren_US
dc.relation.ispartofseries071610101023;
dc.subjectMINYAK IKAN, TULANG FEMUR , TIKUS WISTARen_US
dc.titlePENGARUH PEMBERIAN MINYAK IKAN LEMURU (Sardinella longiceps) DAN MINYAK IKAN MANHADEN (Brevoortia tyrannus) TERHADAP KADAR KALSIUM TULANG FEMUR TIKUS WISTAR JANTANen_US
dc.typeOtheren_US


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record