Show simple item record

dc.contributor.advisorYasin, Nuruddin M
dc.contributor.authorSastra, Hartono Priadi
dc.date.accessioned2017-11-06T12:10:24Z
dc.date.available2017-11-06T12:10:24Z
dc.date.issued2017-11-06
dc.identifier.nimEIAI 95-054
dc.identifier.urihttp://repository.unej.ac.id/handle/123456789/83083
dc.description.abstractProses globalisasi finansial pada akhirnya telah menimbulkan sistem nilai tukar mengambang (floating exchange rate) yang menyebabkan negara-negara saling terkait dan tergantung dengan adanya integrasi perdagangan atas pasar uang. Sistem ini pada perkembangannya telah menyebabkan dampak yarg tidak menguntungkan bagi Indonesia seperti krisis moneter. Ini dapat terjadi karena pemerintah telah melakukan liberalisasi dan deregulasi pasar uang serta meninggalkan pengawasan terhadap modal (sebagai akibat dan konsekwensi nilai tukar yang diambangkan). Krisis di Indonesia yang dipicu oleh spekulasi fund manager dan currency traders sedikit banyak dapat disebabkan oleh absennya institusi governance (moral) di dalam mekanisme pasar global. Saat ini mekanisme pasar uang global merupakan pasar yang tidak stabil dan seimbang, hal ini disebabkan karena diantara para pemain (negara-negara) tersebut ada perbedaan standar efisiensi dan tingkat penguasaan teknologi sehingga terciptalah suatu sistem dengan pola-pola subordinatif. Negara berkembang seperti Indonesia tidak akan menang bila harus "bertarung" dengan negara besar karena permainan (mekanismenya) itu sendiri tidak dilaksanakan dalam suatu level playing field.en_US
dc.language.isoiden_US
dc.subjectGLOBALISASI KEUANGANen_US
dc.subjectKRISIS MONETER INDONESIAen_US
dc.titlePENGARUH GLOBALISASI KEUANGAN TERHADAP KRISIS MONETER DI INDONESIA DAN SOLUSINYAen_US
dc.typeUndergraduat Thesisen_US


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record