Show simple item record

dc.contributor.authorAnita Yanuar Hari .N
dc.date.accessioned2013-08-20T06:31:01Z
dc.date.available2013-08-20T06:31:01Z
dc.date.issued2013-08-20
dc.identifier.nimNIM060210192203
dc.identifier.urihttp://repository.unej.ac.id/handle/123456789/793
dc.description.abstractPembelajaran fisika saat ini masih sering mengalami kendala, diantaranya guru kurang memperhatikan keadaan siswa dan minat siswa dalam kelas, model pembelajaran yang kurang cocok, kondisi kelas yang selalu pasif, termasuk juga penggunaan media yang kurang tepat. Dengan demikian guru sebagai pendidik mempunyai peranan penting dalam usaha untuk meningkatkan mutu pendidikan. Dalam hal ini guru dituntut untuk meningkatkan keahliannya dalam melaksanakan tugas membantu siswa belajar dengan cara memanipulasi lingkungan, sehingga siswa dapat belajar dengan mudah, artinya guru harus mengadakan pemilihan terhadap berbagai strategi, model, atau pendekatan pembelajaran yang ada, yang paling memungkinkan proses belajar siswa secara optimal. Pembelajaran fisika di SMA Negeri Umbulsari sering kali masih menggunakan model pembelajaran konvensional, yaitu suatu model pembelajaran yang menitik beratkan pada guru sebagai subyek aktif dan siswa sebagai obyek pasif dalam pembelajaran sehingga pembelajaran akan didominasi guru yang menyebabkan komunikasi satu arah saja (Wardani, A. E. 2010:01). Kondisi pembelajaran fisika seperti uraian di atas dapat dijumpai di SMA Negeri Umbulsari. Berdasarkan hasil observasi peneliti di SMA Negeri Umbulsari ditemukan bahwa aktivitas belajar fisika masih tergolong rendah. Dari 36 siswa hanya 47,22% siswa yang memperhatikan penjelasan guru, 8,3% siswa yang aktif mengajukan pertanyaan, 2,7% dalam menjawab pertanyaan dan 36,2% siswa yang mengerjakan soal. Disamping itu, ketuntasan hasil belajar fisika kelas X5 juga masih rendah. Hal ini dibuktikan dengan banyaknya siswa yang tidak memenuhi Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM). Siswa yang dapat dinyatakan tidak tuntas belajar sebesar 45,55% sedang siswa yang dapat dinyatakan tuntas belajar sebesar 55,55% mengingat KKM yang harus ditempuh siswa agar dapat dikatakan tuntas dalam pembelajaran yaitu minimal memperoleh nilai ≤ 75 (Sumber: keputusan Kepala sekolah SMA Negeri Umbulsari). Rendahnya aktifitas dan ketuntasan hasil belajar siswa kelas X5 menunjukkan bahwa siswa kurang tertarik dengan pembelajaran fisika dan kurangnya penguasaan konsep fisika. Berdasarkan uraian di atas, maka diperlukan perbaikan pembelajaran dengan menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe talking stick disertai media animasi. Tujuan dari penelitian ini adalah: (1) Untuk mendeskripsikan peningkatkan aktivitas belajar fisika dengan model pembelajaran kooperatif tipe Talking Stick disertai media animasi pada siswa kelas X5 SMA Negeri Umbulsari. (2) Untuk mendeskripsikan peningkatkan ketuntasan hasil belajar fisika dengan model pembelajaran kooperatif tipe Talking Stick disertai media animasi pada siswa kelas X5 SMA Negeri Umbulsari. Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas sehingga subyek penelitian sudah ditetapkan di kelas X.5 SMA Negeri Umbulsari tahun ajaran 2011/2012 yang dimulai tanggal 21 September 2011 sampai dengan 05 Oktober 2011. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode observasi, wawancara, tes dan dokumentasi. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara, post-test dan dokumentasi. Teknik Analisis data menggunakan analisis refelektif. Persentase aktivitas belajar digunakan untuk mengetahui peningkatan aktivitas belajar siswa antara pembelajaran pada pra siklus, siklus 1 dan siklus 2. Persentase ketuntasan hasil belajar digunakan untuk mengetahui peningkatan ketuntasan hasil belajar siswa antara pembelajaran pada siklus, pra siklus 1 dan siklus 2. Data hasil observasi memperlihatkan bahwa aktivitas belajar siswa sebelum menggunakan model pembelajaran adalah sebesar 59,67%. Aktivitas siswa sesudah dilaksanakan tindakan pada siklus 1 telah mengalami peningkatan yaitu besarnya persentase aktivitas belajar siswa secara klasikal mencapai 69,86% dan berada pada kategori aktif. Sedangkan pada siklus 2 aktivitas belajar siswa telah mengalami peningkatan yang ditunjukkan dengan besarnya persentase secara klasikal aktivitas belajar siswa meningkat menjadi 82,4% dan berada dalam kategori sangat aktif. Berdasarkan hasil tersebut dapat dinyatakan bahwa aktivitas belajar siswa pada siklus 1 dan siklus 2 secara keseluruhan dapat dikatakan telah mengalami peningkatan dibandingkan dengan sebelum adanya tindakan. Persentase ketuntasan hasil belajar siswa sebelum adanya tindakan adalah sebesar 69,4%, pada pembelajaran siklus 1 sebesar 77,7% dan pada siklus 2 sebesar 86,1%. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa ketuntasan hasil belajar siswa pada siklus 1 dan siklus 2 secara keseluruhan dapat dikatakan telah mengalami peningkatan. Kesimpulan penelitian ini adalah (1) Penerapan model pembelajaran kooperatif tipe talking stick disertai media animasi dapat meningkatkan aktivitas belajar fisika siswa pada pra siklus sebesar 59,67% kategori sedang menjadi 69,86% pada siklus 1 kategori aktif kemudian meningkat sebesar 82,4% kategori sangat aktif pada siklus 2 ,pokok bahasan gerak lurus di kelas X.5 SMA Negeri Umbulsari tahun ajaran 2011/2012. (2) Penerapan model pembelajaran kooperatif tipe talking stick disertai media animasi dapat meningkatkan ketuntasan hasil belajar fisika siswa pada pra siklus 69,4% kategori sedang menjadi 77,7% pada siklus 1 kategori sangat aktif kemudian meningkat sebesar 82,4% kategori sangat aktif pada siklus 2 pokok bahasan gerak lurus di kelas X.5 SMA Negeri Umbulsari tahun ajaran 2011/2012.en_US
dc.language.isootheren_US
dc.relation.ispartofseries060210192203;
dc.subjectMODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TALKING STICKen_US
dc.titlePENINGKATAN AKTIVITAS BELAJAR DAN KETUNTASAN HASIL BELAJAR FISIKA MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TALKING STICK DISERTAI MEDIA ANIMASI PADA SISWA KELAS X 5 SMA NEGERI UMBULSARIen_US
dc.typeOtheren_US


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record