Show simple item record

dc.contributor.advisorWibowo, Rudi
dc.contributor.advisorSudarko
dc.contributor.authorKhoir, Ahmad Shobahul
dc.date.accessioned2016-11-17T09:34:49Z
dc.date.available2016-11-17T09:34:49Z
dc.date.issued2016-11-17
dc.identifier.nim111510601088
dc.identifier.urihttp://repository.unej.ac.id/handle/123456789/78005
dc.description.abstractTanaman tebu (Saccharum officinarum L) merupakan tanaman perkebunan semusim yang mempunyai sifat tersendiri, sebab didalam batangnya terdapat zat gula. Tebu termasuk keluarga rumput-rumputan (Graminae) seperti halnya padi, jagung, bambu dan lain-lain. Tanaman tebu diketahui memiliki tingkat produksi pemanis (gula) yang paling tinggi dibanding tanaman lain dalam hal pemenuhan kebutuhan pemanis dunia. Tidak berlebihan jika tebu memperoleh julukan sebagai tanaman sumber pemanis urutan pertama dan paling dulu dikomersialkan dalam skala besar. Tebu merupakan komoditas perkebunan yang memiliki pengaruh yang sangat besar terhadap industri gula. Hal ini dikarenakan gula yang merupakan hasil olahan dari tebu adalah salah satu dari sembilan bahan pokok yang berkaitan dengan kehidupan masyarakat. Tebu mempunyai peranan penting dalam menggerakkan perekonomian suatu wilayah. Wilayah Kecamatan Tanggul merupakan salah satu wilayah sentra penghasil tebu di Kabupaten Jember. Sebagian besar masyarakatnya bermata pencaharian sebagai petani tebu. Para petani tebu di wilayah Tanggul dalam melakukan usahataninya menggunakan lahan sawah dan lahan tegal. Oleh sebab itu, produksi dan pendapatan dari penggunaan lahan sawah dan lahan tegal yang berbeda harus diketahui untuk mengetahui seberapa besar perbedaan yang dihasilkan dari usahatani tebu dengan menggunakan lahan sawah dan lahan tegal terebut. Selain itu, variabel yang secara nyata berpengaruh terhadap produksi dan pendapatan juga harus diketahui supaya produktivitas dan penerimaan yang didapatkan oleh petani akan lebih maksimal. Penelitian dilakukan di Desa Tanggul Wetan dan Desa Patemon Kecamatan Tanggul Kabupaten Jember. Penentuan daerah penelitian dilakukan dengan metode purposive sampling atau disebut juga judgement sampling sedangkan untuk metode pengambilan sampel menggunakan metode Proportional Random Sampling. Populasi petani tebu viii sebanyak 125 petani, dan diambil sampel sebanyak 60 (persen kelonggaran 13%). Penelitian bertujuan untuk mengetahui: (1) perbedaan pendapatan petani tebu di lahan sawah dan lahan tegal (2) faktor-faktor yang mempengaruhi produksi usahatani lahan sawah dan tegal serta (3) faktor-faktor yang mempengaruhi pendapatan usahatani tebu di lahan sawah dan tegal. Hasil penelitian menunjukkan: (1) Terdapat perbedaan yang nyata antara pendapatan usahatani tebu di lahan sawah dan lahan tegal. (2) faktor-faktor yang berpengaruh secara nyata terhadap produksi usahatani tebu di lahan sawah yaitu luas lahan, tenaga kerja dan jumlah keprasan sedangkan pupuk berpengaruh tidak nyata. Sementara usahatani tebu di lahan tegal faktor-faktor yang berpengaruh secara nyata adalah luas lahan dan jumlah keprasan sedangkan tenaga kerja dan pupuk berpengaruh tidak nyata. (3) Faktor-faktor yang berpengaruh secara nyata terhadap pendapatan usahatani tebu di lahan sawah yaitu luas lahan, jumlah produksi, dan biaya tebang muat angkut sedangkan biaya pupuk, biaya tenaga kerja dan rendemen berpengaruh tidak nyata. Sementara usahatani tebu di lahan tegal faktor-faktor yang berpengaruh secara nyata yaitu luas lahan dan jumlah produksi, sedangkan luas lahan, biaya tenaga kerja, biaya tebang muat angkut, biaya pupuk dan rendemen berpengaruh tidak nyata.en_US
dc.language.isoiden_US
dc.subjectBUDIDAYA TEBU PETANIen_US
dc.subjectLAHAN SAWAHen_US
dc.subjectLAHAN KERINGen_US
dc.subjectProduksi Tebuen_US
dc.subjectPendapatanen_US
dc.subjectUsahatani Tebuen_US
dc.titleANALISIS KOMPARATIF KINERJA BUDIDAYA TEBU PETANI PADA LAHAN SAWAH DAN LAHAN KERING DI WILAYAH KECAMATAN TANGGUL KABUPATEN JEMBERen_US
dc.typeUndergraduat Thesisen_US


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record