Show simple item record

dc.contributor.authorMuslichah, Siti, S.Si., M.Sc., Apt
dc.contributor.authorLuthviatin, Novia; SKM., M.Kes
dc.date.accessioned2016-06-02T09:24:13Z
dc.date.available2016-06-02T09:24:13Z
dc.date.issued2016-06-02
dc.identifier.urihttp://repository.unej.ac.id/handle/123456789/74467
dc.descriptionBOPTN Pendanaan 2015en_US
dc.description.abstractIndustri kreatif merupakan kegiatan usaha yang fokus pada kreasi dan inofasi. Saat ini industri kreatif menyerap 54,3 % tenaga kerja. Salah satu bahan yang dapat menjadi inspirasi industri kreatif berbasis masyarakat adalah bambu. Tumbuhan ini mempunyai nilai tinggi karena dapat digunakan untuk berbagai keperluan seperti bangunan rumah dan industri kreatif. Bambu juga tumbuh di berbagai tempat di Indonesia dengan berbagai jenisnya. Pesantren sekarang ini mengalami pergeseran nilai yang luar biasa khususnya berkaitan dengan dunia pekerjaan. Jika dahulu pesantren masih dianggap tabu jika berbicara tentang pekerjaan atau urusan duniawi apalagi sampai mengembangkan kewirausahaan maka sekarang ini pengembangan kewirausahaan di lingkungan pesantren sudah menjadi keniscayaan atau kebutuhan apalagi jika hal ini dikaitkan dengan pendidikan pesantren yang mengedepankan kemandirian, kerja keras, disiplin dan jujur. Pesantren mahasiswa Sunan Ampel yang terletak di daerah Jambuan desa Antirogo kecamatan Sumbersari mempunyai komitmen untuk menjadi pesantren yang mandiri dan mengajarkan santri untuk memiliki ketrampilan yang mampu memandirikan santri. Di pesantren ini santri yang tinggal dan mengaji tidak di pungut biaya. Mereka diajarkan cara mengolah hasil-hasil pertanian seperti membuat kue, bakso, dan nugget serta menanam berbagai sayuran untuk di pasarkan kepada masyarakat sekitar dan warga kampus kemudian hasilnya dinikmati untuk keperluan mereka sendiri. Di sekitar pesantren ini banyak tumbuh pohon bambu yang belum dimanfaatkan kecuali dijual begitu saja jika ada yang membutuhkan. Mengingat potensi pengembangan industri kreatif kerajinan bambu masih terbuka lebar, maka perlu dilakukan peningkatan ketrampilan santri dalam memanfaatkan penggunaan bambu yang sumbernya melimpah di pesantren Sunan Ampel, sebagai diversifikasi usaha dan sumber penghasilan baru dari pesantren ini. Program yang ditawarkan adalah pembuatan berbagai bentuk gelas, cangkir, mug, nampan, dan teko yang berasal dari bambu. Hal ini dipilih karena belum banyak yang membuat kerajinan ini sementara permintaan pasar cukup tinggi. Pelaksanaan keseluruhan program ini telah berjalan selama 3 bulan yang meliputi pelatihan, pembuatan kemasan, pemasaran, pendampingan dan evaluasi pelaksanaan pengabdian. Diharapkan kegiatan ini dapat meningkatkan ketrampilan dan pendapatan pesantren dan menjadi awal pengembangan ketrampilan berbasis bambu lainnya, sehingga bisa mendorong pesantren laindi sekitarnya untuk terjun ke usaha serupa atau membuat produk lain yang lebih inovatif berbahan dasar bambu.en_US
dc.description.sponsorshipUniversitas Jemberen_US
dc.language.isoiden_US
dc.relation.ispartofseriesBOPTN 2015;
dc.subjectBOPTN 2015en_US
dc.subjectPesantren mahasiswa Sunan Ampelen_US
dc.subjectBambuen_US
dc.titlePengembangan Industri Kreatif Kerajinan Bambu untuk Meningkatkan Kemandirian Pesantren Mahasiswa Sunan Ampel Jambuan Desa Antirogo Kecamatan Sumbersari Jemberen_US
dc.typeOtheren_US


Files in this item

Thumbnail
Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

  • CSR-Hibah BOPTN [19]
    Koleksi Laporan Pengabdian Kepada Masyarakat Hibah BOPTN

Show simple item record