Show simple item record

dc.contributor.advisorRosyidi, Moh. Imron
dc.contributor.advisorFajariyah, Susantin
dc.contributor.authorNovitasari, Ika
dc.date.accessioned2016-01-26T07:50:13Z
dc.date.available2016-01-26T07:50:13Z
dc.date.issued2016-01-26
dc.identifier.nim111810401006
dc.identifier.urihttp://repository.unej.ac.id/handle/123456789/72410
dc.description.abstractPantai Bama Taman Nasional Baluran merupakan kawasan konservasi dan kegiatan ilmiah seperti studi lapang atau penelitian yang dilakukan di zona intertidal. Zona intertidal merupakan daerah yang terletak pada area pasang tertinggi dan surut terendah. Daerah yang mewakili peralihan kondisi daratan ke kondisi lautan, yang memiki variasi komposisi biotik dan abiotik yang beranekaragam, salah satunya Holothuroidea. Holothuroidea yang sering disebut timun laut merupakan jenis hewan invertebrata yang masuk dalam filum Echinodermata. Holothuroidea memiliki fungsi ekonomis sebagai salah satu komoditi perdaagangan. Fungsi ekologis sebagai pemakan endapan dan pemakan materi tersuspensi. Holothuroidea ini membantu proses dekomposisi bahan organik yang ada pada sedimen dan menghasilkan nutrisi ke rantai makanan sehingga perlu diketahui distribusi dan kelimpahannya. Berdasarkan latar belakang tersebut perlu dilakukan penelitian tentang pola distribusi dan kelimpahan Holothuroidea di zona intertidal Pantai Bama Taman Nasional Baluran. Penelitian dilakukan di zona intertidal Pantai Bama Taman Nasional Baluran pada tanggal 31 Mei, dan 1-4 Juni 2015 saat air laut surut maksimal dengan metode transek plotting sistematis. Jumlah plot yang digunakan dalam penelitian ini adalah 263 plot. Pengambilan data abiotik meliputi pH, salinitas, suhu dan substrat. Pengambilan data biotik yaitu Holothuroidea yang ditemukan pada setiap plot dicatat jumlah dan ciri-ciri morfologi, serta diambil 1-2 spesimen yang mewakili tiap jenis untuk diawaetkan dan dilakukan identifikasi sampai tingkat jenis. Identifikasi sampai tingkat jenis dilakukan di Pusat Penelitian Oseanografi (P2O) LIPI Jakarta. Deskripsi morfologi masing-masing jenis dilakukan di Laboratorium Ekologi Jurusan Biologi FMIPA Universitas Jember. Analisis data menggunakan indeks Morisita dan indeks kelimpahan relatif . Hasil penelitian di zona intertidal Pantai Bama Taman Nasional Baluran memiliki jenis substrat pasir, lumpur, batu, maupun karang. Data abiotik yang diperoleh suhu 28˚C-31,5˚C, salinitas 310/00-340/00, dan pH 6,9-8,3. Jumlah Holothuroidea yang ditemukan dalam plot sejumlah 381 yang masuk dalam dua bangsa, dua suku, empat marga dan 6 jenis yaitu Holothuria atra 338, Holothuria fuscocinerea 8, Holothuria gracilis 3, Bohadschia marmorata 7, Synapta maculata 15 dan Ophiodesoma grisea 10. Indeks Morisita enam jenis yang ditemukan lima jenis memiliki pola distribusi mengelompok dengan nilai indeks Morisita >1 yaitu H. atra, H. fuscocinerea, B. marmorata, S. maculata, dan O. grisea. H. gracilis memiliki pola distribusi merata dengan nilai indeks Morisita 0. Kelimpahan relatif paling tinggi adalah H. atra sebesar 88,71% sedangkan yang paling rendah adalah H. gracilis sebesar 0,79%.en_US
dc.language.isoiden_US
dc.subjectPANTAI BAMAen_US
dc.titlePOLA DISTRIBUSI DAN KELIMPAHAN HOLOTHUROIDEA DI ZONA INTERTIDAL PANTAI BAMA TAMAN NASIONAL BALURANen_US
dc.typeUndergraduat Thesisen_US


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record