Show simple item record

dc.contributor.advisorAmeliana, Lidya
dc.contributor.advisorNurahmanto, Dwi
dc.contributor.authorRohmah, Nikmatur
dc.date.accessioned2016-01-13T03:28:20Z
dc.date.available2016-01-13T03:28:20Z
dc.date.issued2016-01-13
dc.identifier.nim112210101044
dc.identifier.urihttp://repository.unej.ac.id/handle/123456789/71223
dc.description.abstractGlibenklamid atau gliburid merupakan salah satu obat hipoglikemik oral golongan sulfonilurea generasi kedua yang digunakan untuk pengobatan diabetes mellitus tipe II. Berdasarkan Biopharmaceutical Classification System (BCS), glibenklamid termasuk dalam BCS kelas II yang berarti glibenklamid memiliki kelarutan rendah dan memiliki bioavailabilitas yang baik. Jika kelarutan suatu obat rendah, maka dapat mengakibatkan disolusinya jelek dan bioavailabilitas yang tidak terduga. Salah satu cara untuk meningkatkan kelarutan suatu bahan obat adalah pembentukan kompleks inklusi. Pembentukan kompleks inklusi dapat mengakibatkan perubahan sifat-sifat fisikokimia molekul obat seperti kelarutan, laju disolusi, reaktivitas kimia, dan konstanta disosiasinya. Pembentukan kompleks inklusi dapat dilakukan salah satunya dengan menggunakan siklodekstrin. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh perbedaan rasio molaritas pada pembentukan kompleks inklusi antara glibenklamid dengan β- siklodekstrin terhadap persentase pelepasan glibenklamid serta untuk mengetahui rasio molaritas glibenklamid dan β-siklodekstrin yang memberikan persentase pelepasan yang paling baik. Pembentukan kompleks inklusi dilakukan dengan metode netralisasi. Metode netralisasi ini didasarkan pada pengendapan senyawa inklusi dengan teknik netralisasi. Terdapat 4 formula dalam penelitian ini yaitu kompleks inklusi glibenklamid dan β-siklodekstrin dengan rasio molaritas 1:1 (F1), kompleks inklusi glibenklamid dan β-siklodekstrin dengan rasio molaritas 1:2 (F2), kompleks inklusi glibenklamid dan β-siklodekstrin dengan rasio molaritas 1:3 (F3), kompleks inklusi glibenklamid dan β-siklodekstrin dengan rasio molaritas 1:4 (F4). Keempat formula tersebut kemudian dilakukan beberapa pengujian, yaitu uji kelarutan yang dilakukan secara kualitatif dan kuantitatif, penetapan kadar glibenklamid dalam kompleks inklusi dan uji disolusi. Kompleks inklusi kemudian dikarakterisasi dengan Differential Scanning Calorimetry (DSC) dan Fourier Transform Infra Red (FTIR). Hasil pengujian kemudian dianalisis statistik menggunakan One-Way ANOVA dan dilanjutkan dengan uji Least Significantly Different (LSD). Hasil uji kelarutan secara kualitatif menunjukkan hasil bahwa semakin tinggi rasio molaritasnya, maka semakin banyak serbuk yang dapat terlarut dalam dapar fosfat pH 7,4. Sedangkan hasil uji kelarutan secara kuantitatif menunjukkan bahwa semakin besar rasio molaritasnya maka semakin banyak glibenklamid yang terlarut kedalam dapar fosfat. Hasil uji statistik untuk uji kelarutan menunjukkan hasil yang memiliki perbedaan yang signifikan antara satu formula dengan formula yang lain. Hasil penetapan kadar glibenklamid dalam kompleks inklusi menunjukkan bahwa nilai CV pada F1 sebesar 3,392 %; F2 sebesar 4,717 %; F3 sebesar 3,145 % dan F4 sebesar 4,033 %. Nilai CV <6 % menunjukkan bahwa serbuk tersebut homogen. Hasil uji disolusi untuk kontrol, F1, F2, F3 dan F4 menunjukkan bahwa terjadi peningkatan persentase pelepasan glibenklamid dengan formula yang memberikan persentase pelepasan yang paling tinggi adalah F4, yaitu sebesar 89,243 % dan formula yang memberikan persentase pelepasan yang paling rendah adalah kontrol, yaitu sebesar 53,703 %. Hasil uji statistik untuk uji disolusi menunjukkan bahwa tiap-tiap formula memiliki perbedaan yang signifikan. Hasil uji FTIR pada penelitian ini menunjukkan bahwa tidak ada perubahan karakteristik dari glibenklamid dan β-siklodekstrin pada spektra FTIR. Hasil uji DSC menunjukkan bahwa terjadi perubahan titik lebur dan nilai entalpi peleburan dari kompleks inklusi.en_US
dc.language.isoiden_US
dc.subjectMOLARITAS KOMPLEKS INKLUSI GLIBENKLAMID-β-SIKLODEKSTRINen_US
dc.subjectPERSENTASE PELEPASANNYAen_US
dc.titlePENGARUH PERBANDINGAN MOLARITAS KOMPLEKS INKLUSI GLIBENKLAMID-β-SIKLODEKSTRIN TERHADAP PERSENTASE PELEPASANNYAen_US
dc.typeUndergraduat Thesisen_US


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record