Show simple item record

dc.contributor.advisorSoekarto
dc.contributor.advisorMajid, Abdul
dc.contributor.authorKusumanigtyas, Resti
dc.date.accessioned2016-01-12T04:38:21Z
dc.date.available2016-01-12T04:38:21Z
dc.date.issued2016-01-12
dc.identifier.nim101510501007
dc.identifier.urihttp://repository.unej.ac.id/handle/123456789/71082
dc.description.abstractNematoda sista kentang (Globodera rostochiensis) merupakan nematoda parasit utama pada tanaman kentang yang dapat mengurangi hasil panen hingga 80%. Pengendalian yang biasa dilakukan petani adalah dengan menggunakan nematisida sintetik karena lebih efektif dan efisien dibandingkan dengan cara pengendalian lainnya. Salah satu upaya untuk meminimalisir penggunaan pestisida kimia adalah dengan melakukan pengendalian hayati. Oleh karena itu perlu dibuat nematisida yang ramah lingkungan dengan menggunakan agen hayati berupa bakteri. Bakteri yang digunakan diperoleh dari tanah di daerah perakaran tanaman kentang yang paling baik pertumbuhannya saat terserang nematoda. Bakteri yang diperoleh yaitu Pseudomonas diminuta, Pseudomonas mallei, dan Bacillus mycoides. Ketiga bakteri tersebut termasuk dalam kategori bakteri PGPR dan juga merupakan bakteri pelarut fosfat. Hal yang paling penting dalam kegiatan pembuatan nematisida adalah formulasi. Formulasi yang tepat dapat menentukan suatu agen hayati dapat bertahan hidup dan mampu bekerja dalam bahan pembawa yang tepat. Selain itu waktu penyimpanan formulasi dapat menentukan masih ada atau tidaknya populasi bakteri sebagai agen hayati dalam formulasi tersebut. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui efektivitas dan viabilitas formulasi bakteri yang berbahan aktif P. diminuta, P. mallei dan B. mycoides pada berbagai bahan pembawa sebagai bionematisida untuk mengendalikan nematoda sista kentang ( G. rostochiensis) yang merupakan nematoda parasit utama pada tanaman kentang yang dapat mengurangi hasil panen hingga 80% serta untuk mengetahui formulasi bionematisida mana yang paling efektif. Bakteri yang digunakan merupakan bakteri PGPR yaang dapat melarutkan fosfat sehingga juga viii disebut bakteri pelarut fosfat. Penelitian dilaksanakan selama ± 6 bulan dimulai bulan Mei 2014 hingga Oktober 2014 di lahan pertanaman kentang di desa Sumber Brantas, Kecamatan Bumiaji, Batu, di Laboratorium Mikrobiologi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Jember, dan di Laboratorium Pengendalian Hayati, Fakultas Pertanian, Universitas Jember. Bahan yang digunakan yaitu 6 formulasi bakteri diantaranya PDT, PMT, BMT, PDTG, PMTG, dan BMTG, untuk diaplikasikan pada tanaman kentang di dalam polybag yang diberi perlakuan sista terlebih dahulu. Penelitian ini menggunakan rancangan percobaan RAK (Rancangan Acak Kelompok) menggunakan 6 perlakuan, 1 kontrol, dan 4 ulangan dengan parameter pengamatan pengamatan terhadap tinggi tanaman, berat umbi, panjang akar, jumlah juvenil dalam 1 gram akar, dan jumlah sista dalam 100 gram tanah serta pengamatan jumlah populasi bakteri dalam formulasi selama 2 bulan penyimpanan yang dihitung setiap 10 hari, serta Formula bakteri disimpan selama 2 bulan dalam 2 bahan pembawa berbeda yaitu, Talk dan Tepung Gambut. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Formulasi bakteri P. diminuta, P. mallei, dan B. mycoides dapat menurunkan secara nyata jumlah juvenil pada akar tanaman kentang dan jumlah sista dalam tanah. Viabilitas formula bakteri yang terbaik adalah formula yang disimpan dalam tepung gambut dan merupakan perlakuan terbaik dalam meningkatkan tinggi tanaman, berat umbi, dan menurunkan jumlah sista maupun jumlah juvenil dalam akar tanaman kentang. Serta formulasi bakteri P. diminuta, P. mallei, dan B. mycoides berpengaruh tidak nyata terhadap panjang akar tanaman kentang.en_US
dc.language.isoiden_US
dc.subjectBakteri Berbahan Aktifen_US
dc.subjectPseudomonas diminutaen_US
dc.subjectPseudomonas malleien_US
dc.subjectBacillus mycoidesen_US
dc.subjectBionematisidaen_US
dc.subjectNematoda Sista Kentang (Globodera rostochiensis)en_US
dc.titleEFEKTIVITAS FORMULASI BAKTERI BERBAHAN AKTIF Pseudomonas diminuta, Pseudomonas mallei, DAN Bacillus mycoides PADA BERBAGAI BAHAN PEMBAWA SEBAGAI BIONEMATISIDA UNTUK MENGENDALIKAN NEMATODA SISTA KENTANG (Globodera rostochiensis)en_US
dc.typeUndergraduat Thesisen_US


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record