Show simple item record

dc.contributor.advisorHari Santosa, Siswoyo
dc.contributor.advisorYuliati, Lilis
dc.contributor.authorHOTMIAN APRINI PAKPAHAN, INDAH
dc.date.accessioned2015-12-29T01:33:46Z
dc.date.available2015-12-29T01:33:46Z
dc.date.issued2015
dc.identifier.urihttp://repository.unej.ac.id/handle/123456789/69037
dc.description.abstractSalah satu hal yang menjadi fokus integrasi ASEAN ini adalah liberalisasi perdagangan di mana ASEAN mengurangi berbagai hambatan yang salah satunya adalah hambatan tarif hingga 0% untuk sektor-sektor yang telah terintegrasi di mana sektor yang diteliti dalam penelitian ini adalah pertanian, perikanan, karet, tektil, dan kayu. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor apa saja yang dapat mempengaruhi laju perdagangan Indonesia ke ASEAN-4 serta posisi perdagangan Indonesia dalam persaingan perdagangan dengan negara-negara ASEAN-4. Metode analisis yang digunakan adalah analisis regresi data panel dan analisis deskriptif naratif. Hasil regresi data panel menunjukkan variabel pendapatan per kapita dan nilai tukar mempengaruhi total perdagangan hampir di semua model, sedangkan tarif impor hanya berpengaruh di model sektor kayu. Hasil pengujian model terbaik menunjukkan Fixed Effect Model merupakan model yang tepat untuk sektor pertanian, perikanan, karet, dan kayu sedangkan Panel Least Square untuk sektor tekstil. Analisis deskriptif naratif menunjukkan laju perdagangan Indonesia ke Malaysia dan Filipina jauh lebih stabil daripada ke Singapura dan Thailand.en_US
dc.language.isoiden_US
dc.publisherUNEJ PRESSen_US
dc.relation.ispartofseriesARTIKEL ILMIAH MAHASISWA;
dc.subjectintegrasi sektor unggulan ASEANen_US
dc.subjectASEAN Economic Communityen_US
dc.subjectASEAN-4en_US
dc.titleDinamika Perdagangan Priority Integration Sectors (PIS) dari Indonesia ke ASEAN-4 (Trade Dynamic of Priority Integration Sectors (PIS) from Indonesia to ASEAN-4)en_US
dc.typeArticleen_US


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record