Show simple item record

dc.contributor.advisorHara, Abubakar Eby
dc.contributor.advisorSupriyadi
dc.contributor.authorFitriyadi, Fajar
dc.date.accessioned2015-12-07T01:44:10Z
dc.date.available2015-12-07T01:44:10Z
dc.date.issued2015-12-07
dc.identifier.nim080910101050
dc.identifier.urihttp://repository.unej.ac.id/handle/123456789/66728
dc.description.abstractPada tahun 1967, terjadi kemajuan yang signifikan dalam dunia perkapalan. Negara-negara maju mulai menggunakan kapal-kapal besar untuk mengangkut kebutuhan-kebutuhan negaranya. Negara seperti Amerika Serikat, China, Jepang, dan Korea menggunakan kapal untuk mengangkut minyak mentah dari Timur Tengah. Kapal-kapal mereka melewati Selat Malaka. Penunjukan Selat Malaka sebagai jalur yang dilintasi adalah dikarenakan jalur Selat Malaka memiliki jarak tempuh yang lebih pendek dari pada jalur laut yang lain. Namun, Selat Malaka bukanlah jalur yang sangat aman. Geografis selat ini sangatlah dangkal dan berkelok-kelok, sehingga sangat memungkinkan untuk terjadinya kecelakaan laut. Kemacetan yang terjadi menjadi salah satu daya tarik bagi para pelaku tindak kejahatan. Dari hal ini, maka perlu adanya pengamanan yang serius agar keamanan lintas Selat Malaka terjaga baik dari kecelakaan dan tindak kejahatan. Indonesia sebagai salah satu negara pemilik selat sangat berkepentingan dengan keamanan Selat Malaka. Hal ini menyangkut dengan kepentingan nasional Indonesia di Selat Malaka, yaitu kepentingan keamanan, politik, ekonomi, dan sosial budaya. Kepentingan Indonesia dalam keamanan dikarenakan Selat Malaka merupakan wilayah terluar Indonesia dan terhubung langsung dengan 2 negara lainnya. Selain itu Selat Malaka juga terhubung secara tidak langsung dengan negara pengguna selat. Kepentingan politik Indonesia dilihat dari ada banyaknya negara yang berkepentingan dengan keamanan di Selat Malaka yaitu negara pengguna jalur Selat Malaka. Sehingga Indonesia perlu melakukan kerjasama dengan negara-negara tersebut untuk mengurangi benturan kepentingan dan menambahkan kepercayaan kepada negara pengguna selat oleh Indonesia sebagai negara yang bertanggung jawab pada keamanan Selat Malaka. viii Kepentingan Indonesia dari segi ekonomi dikarenakan dengan banyaknya kapal yang melewati Selat Malaka, maka Indonesia akan mendapatkan pendapatan dari jasa pandu kapal dan jasa transit bagi kapal-kapal yang memasuki wilayah Indonesia. Kepentingan Indonesia dari segi lingkungan tidak lepas dari kehidupan masyarakat Indonesia di sekitar Selat Malaka. Kehidupan masyarakat di sekitar Selat Malaka bergantung pada ekosistem di Selat Malaka, sehingga Indonesia perlu menjaga dari adanya kecelakaan kapal yang dapat merusak ekosistem laut di Selat Malaka.en_US
dc.language.isoiden_US
dc.subjectKERJASAMA KEAMANANen_US
dc.subjectKEPENTINGAN INDONESIAen_US
dc.titleKEPENTINGAN INDONESIA DALAM KERJASAMA KEAMANAN DI SELAT MALAKAen_US
dc.typeUndergraduat Thesisen_US


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record