Show simple item record

dc.contributor.advisorUtami, Sri
dc.contributor.advisorWitcahyo, Eri
dc.contributor.authorJuniantin, Verdiana Dwi
dc.date.accessioned2015-12-02T05:46:00Z
dc.date.available2015-12-02T05:46:00Z
dc.date.issued2015-12-02
dc.identifier.nim092110101071
dc.identifier.urihttp://repository.unej.ac.id/handle/123456789/65787
dc.description.abstractDi Kabupaten Jember masih banyak masyarakat yang memiliki kebiasaan buang air besar sembarangan. Berdasarkan informasi yang diperoleh dari Dinas Kesehatan Kabupaten Jember saat ini dari 289 desa masih 41 desa yang sudah bebas buang air besar sembarangan. Salah satu desa yang masih jauh di bawah target yaitu Desa Jelbuk, setelah dilakukan pemicuan kelompok masyarakat terkecil yang masih melakukan buang air besar sembarangan yaitu 891 dari jumlah keseluruhan 1740 kelompok terkecil masyarakat. Mengatasi masalah tersebut pemerintah Indonesia melalui kementrian kesehatan Republik Indonesia telah mengembangkan dokumen Strategi Nasional Sanitasi Total Berbasis Masyarakat. Dengan dikeluarkannya Surat Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 3 tahun 2014, yang menjadikannya sebagai Program yang menargetkan bahwa pada akhir tahun 2014, tidak akan ada lagi masyarakat Indonesia yang melakukan praktik buang air besar sembarangan. Tujuan penelitian ini adalah mengkaji faktor input, proses, dan output pelaksanaan STBM. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Jumlah informan sebanyak 6 informan yaitu 1 orang Kepala seksi kesehatan lingkungan Dinas Kesehatan Kabupaten Jember, 1 orang Kepala Puskesmas, 1 penanggung jawa program kesehatan lingkungan, 1 orang Ketua Komite, dan dua orang sasaran program. Data primer pada penelitian ini adalah data mengenai pelaksan program, pendukung program, dan sasaran, pengetahuan pelaksana program, sasaran, metode pelaksanaan, pendanaan, target waktu keberhasilan program dan terkait faktor proses serta output. Data yang terkumpul selanjutnya dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian melalui wawancara mendalam dengan informan menunjukkan bahwa dari faktor input yang terdiri dari beberapa aspek man, ix money, materials, market, dan time bound sebagian sudah sesuai dengan Panduan Undang-undang nomor 3 tahun 2014, namun ada beberapa aspek yang masih belum sesuai yaitu pada aspek man untuk mengalami keterbatasan tenaga ahli, sehingga dalam melakukan pemicuan harus mendatangkan dari Puskesmas terdekat. Target pencapaian merupakan hal yang sulit untuk ditentukan. Perubahan perilaku membutuhkan waktu yang cukup lama untuk dapat berubah, karena sudah merupakan budaya yang melekat serta merupakan kebiasaan yang sudah dapat diterima di lingkungan masyarakat. Faktor proses untuk Perencanaan yang dilakukan masih belum terlaksana secara keseluruhan, tujuan untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya masih belum tercapai. Pemicuan sudah dilaksanakan sesuai dengan Undang-undang. Pengorganisasian mulai dari pembagian kerja, rentang komando sudah sesuai dengan tugas masing-masing. Kepemimpinan, motivasi serta komunikasi yang telah dilakukan seorang atasan kepada bawahan sudah dilakukan tetapi dalam jangka waktu dekat pasca pemicuan. Pencatatan dan pelaporan hasil pemantauan perkembangan program sudah sesuai dengan Undang-undang. Supervisi sudah dilakukan oleh Puskesmas serta komite ke masyarakat. Sedangkan faktor output yaitu keberhasilan program yang dilihat dari perubahan perilaku. Pencapaian Tahun 2015 untuk keberhasilan program masih dibawah target yaitu 51% di Desa Jelbuk. Kesimpulan dari penelitian ini adalah beberapa aspek dari faktor Input telah sebagian sesuai dengan panduan Undang-undang Nomor 3 tahun 2014, namun masih mengalami keterbatasan tenaga ahli. Target pencapaian yang masih jauh di bawah target desa bebas buang air besar sembarangan. Beberapa aspek proses diantaranya tujuan yaitu meningkatkan derajat kesehatan masyarakat setinggi-tingginya masih belum tercapai. Namun Untuk pengorganisasian mulai dari pembagian kerja, rentang komando sudah sesuai dengan tugas masingmasing. Kepemimpinan, motivasi serta komunikasi yang telah dilakukan seorang atasan kepada bawahan sudah dilakukan, tetapi dalam jangka waktu dekat pasca pemicuan. Pencatatan dan pelaporan hasil pemantauan perkembangan program sudah sesuai. Hasil pencapaian yang diperoleh hingga saat ini yaitu 51% di Desa Jelbuk.en_US
dc.language.isoiden_US
dc.subjectPROGRAM SANITASI TOTALen_US
dc.subjectBERBASIS MASYARAKATen_US
dc.titleKAJIAN PELAKSANAAN PROGRAM SANITASI TOTAL BERBASIS MASYARAKAT DI DESA JELBUK KECAMATAN JELBUK KABUPATEN JEMBER TAHUN 2014en_US
dc.typeUndergraduat Thesisen_US


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record