Show simple item record

dc.contributor.advisorAprilya H, Sulifah
dc.contributor.advisorPujiastuti
dc.contributor.authorASTUTI, WINDA DWI
dc.date.accessioned2015-12-02T03:31:29Z
dc.date.available2015-12-02T03:31:29Z
dc.date.issued2015-12-02
dc.identifier.nim110210103061
dc.identifier.urihttp://repository.unej.ac.id/handle/123456789/65718
dc.description.abstractUU No. 5 Tahun 1994 menjelaskan bahwa keanekaragaman hayati adalah keanekaragaman makhluk hidup dari berbagai habitat diantaranya daratan dan lautan. Mereka tergabung dalam spesies, sehingga menghasilkan hubungan yang erat antara spesies dan ekosistemnya. Hal ini dikarenakan, keanekaragaman hayati mencakup keanekaragaman gen, spesies, dan ekosistem yang berimplikasi pada kesadaran bermasyarakat yang bertanggung jawab untuk menjaga dan melestarikan keanekaragaman hayati dalam suatu Negara. Proses membentuk masyarakat yang peduli terhadap keanekaragaman hayati terlebih pada dunia tumbuhan untuk para generasi muda dapat melalui suatu pembelajaran yang berbasis pada kearifan lokal (Utama, 2011:2). Kearifan lokal merupakan suatu gagasan konseptual yang hidup dan berkembang dalam masyarakat. Kearifan lokal telah menjadi tradisi turuntemurun dan membentuk sebuah warisan kebudayaan (Antariksa, 2009:1). Menurut bapak Hasnan Singodimayan salah seorang budayawan Banyuwangi (dalam Permana, 2009), suku yang masih memegang teguh kearifan lokalnya adalah suku Using. Nilai budaya yang masih dianut suku Using ini memiliki keunikan dan karakter yang berbeda dari daerah lain di Jawa Timur. Kuatnya budaya dan tradisi yang dipegang teguh oleh masyarakat Using menjadi daya tarik utama yang diandalkan oleh pemerintah Banyuwangi untuk menarik wisatawan. Salah satu upaya untuk menjaga warisan leleuhurnya masyarakat Using masih menggunakan tanaman tertentu dalam kehidupan sehari-hari baik ix sebagai obat, bahan pangan, bahan kerajinan, bahan untuk membuat rumah, bahan pestisida alami, bahan pengawet alami dan bahan dalam penyelenggaraan upacara adat (Harumi, 2014). Namun, minimnya informasi atau pengetahuan yang diperoleh masyarakat tentang budaya Using ini menyebabkan hanya sedikit masyarakat yang tahu tentang kebudayan Using (Permana, 2009). Oleh karena itu, diperlukan adanya tambahan pengetahuan mengenai penggunaan tanaman dalam kehidupan sehari-hari yang dipelajari pada cabang Biologi yaitu Etnobotani dengan kearifan lokal masyarakat Using. Bahan ajar yang dikembangkan dalam penelitian kali ini berupa media pembelajaran Flash card berbasis kearifan lokal etnobotani masyarakat Using di SMA Kabupaten Banyuwangi untuk kelas X. Media pembelajaran yang dikembangkan yaitu media kartu bergambar (Flash card) pokok bahasan dunia tumbuhan. Penelitian ini bertujuan mengembangkan dan menguji media pembelajaran Flash card berbasis kearifan lokal etnobotani masyarakat Using di SMA kabupaten Banyuwangi. Adapun sekolah yang digunakan yaitu SMA Negeri 1 Banyuwangi, MA Negeri Banyuwangi, SMA Negeri Darussholah Singojuruh. Materi yang ada pada media pembelajaran yaitu tentang pemanfaatan tumbuhan oleh masyarakat Using dalam kearifan etnobotani baik sebagai bahan kosmetik, bahan obat, serta upacara adat. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa produk yang dihasilkan berupa media pembelajaran Flash card yang valid atau layak sebagai sumber belajar. Penilaian dilakukan oleh tujuh validator dengan rincian empat validator ahli dan tiga validator pengguna. Hasil penilaian dari para validator baik validator pengguna maupun ahli memberikan nilai rata-rata 75,03% yang artinya produk baru berupa media pembelajaran kartu bergambar (Flash card) siap digunakan dalam pembelajaran.en_US
dc.language.isoiden_US
dc.subjectMedia Pembelajaranen_US
dc.titlePENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN FLASH CARD BERBASIS KEARIFAN LOKAL ETNOBOTANI MASYARAKAT USING DI SMA KABUPATEN BANYUWANGI (KELAS X POKOK BAHASAN DUNIA TUMBUHAN)en_US
dc.typeUndergraduat Thesisen_US


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record