Show simple item record

dc.contributor.authorNOVITA RAHMAWATI
dc.date.accessioned2013-12-08T05:05:48Z
dc.date.available2013-12-08T05:05:48Z
dc.date.issued2013-12-08
dc.identifier.nimNIM081810301044
dc.identifier.urihttp://repository.unej.ac.id/handle/123456789/6207
dc.description.abstractIndonesia kaya akan potensi ikan, baik perikanan tangkap maupun budidaya. Salah satu ikan yang dibudidaya adalah ikan patin. Peningkatan hasil budidaya ikan patin diharapkan menjadi alternatif sumber protein hewani. Menurut Hustiany (2005), kandungan protein daging ikan patin sebesar 10,76%. Kandungan protein pada ikan bervariasi, salah satu faktor yang mempengaruhinya adalah pakan. Azolla pinnata dan probiotik dapat dijadikan sebagai suplemen pakan ikan. Menurut Cho et al (1982), A. pinnata memiliki kadar protein sebesar 24-30% sehingga dapat digunakan sebagai alternatif pakan ikan, sedangkan probiotik dapat membuat pencernaan ikan lebih baik serta mampu meningkatkan pertumbuhan. Oleh karena itu, dalam penelitian ini dilakukan investigasi mengenai kandungan protein pada ikan patin yang diberi tiga macam perlakuan dengan pakan yang berbeda-beda. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk (1) mengetahui pengaruh pakan tambahan probiotik dan A. pinnata terhadap kadar protein terlarut dalam daging ikan patin dan (2) mengetahui jenis protein terlarut yang terdapat dalam daging ikan patin berdasarkan berat molekulnya dengan pakan tambahan probiotik dan A. pinnata. Penelitian ini diawali dengan tahap pemeliharaan ikan yang diberi tiga variasi pakan. Kolam pertama, ikan diberi pakan pelet saja (kontrol) sebanyak 300 gram, kolam kedua ikan diberi pakan pelet yang ditambah suplemen probiotik dan kolam ketiga ikan diberi pakan pelet dan A. pinnata dengan perbandingan 3:1. Masingmasing kolam berisi 500 ekor ikan. Tehnik pengambilan sampel dilakukan secara acak, yaitu dengan mengambil 5% dari jumlah populasi (25 ekor). Setelah itu, ikan difillet dan dipersiapkan untuk proses ekstraksi protein. Ekstraksi protein yang dilakukan ada dua macam, yaitu protein larut air dan larut dalam larutan garam 4%. Setelah itu ekstrak diisolasi dengan menggunakan kolom kromatografi filtrasi gel sephadex G-25. 2 mL ekstrak dimasukkan ke dalam kolom. Penampungan fraksi dilakukan setiap 5 mL sejak ekstrak dielusi oleh eluen sampai sampel tidak menunjukkan serapan ketika diukur kadar proteinnya dengan metode Bradford. Masing-masing fraksi diukur kadar proteinnya dengan metode Bradford. Isolat yang dihasilkan dianalisa jenis proteinnya berdasarkan berat molekul dengan menggunakan metode SDS-PAGE. Berdasarkan data hasil penelitian, kandungan protein daging ikan larut air yang diberi pakan pelet dengan suplemen probiotik memiliki kadar tertinggi yaitu sebesar 3,404 gram, dan ikan yang diberi pakan pelet saja (kontrol) memiliki kadar sebesar 2,680 gram sedangkan ikan yang diberi pakan pelet dan pakan tambahan A. pinnata memiliki kadar protein sebesar 1,704 gram. Untuk kadar protein daging ikan larut dalam larutan garam 4% tertinggi pada ikan yang diberi pakan pelet dengan suplemen probiotik yaitu sebesar 2,605 gram. Ikan yang diberi pakan pelet saja (kontrol) memiliki kadar sebesar 2,192 gram sedangkan ikan yang diberi pakan pelet dan pakan tambahan A. pinnata memiliki kadar protein sebesar 2,117 gram. Setelah diukur kadarnya, dilakukan analisa jenis protein dengan menggunakan metode SDSPAGE. Berdasarkan elektroforegram, untuk jenis protein larut air, ikan yang diberi pakan pelet saja (kontrol) memiliki 8 jenis protein dengan kisaran 39,29-124,38 kDa, 12 jenis protein dengan kisaran 15,03-133,05 kDa pada ikan yang diberi pakan pelet dengan suplemen probiotik, dan ikan yang diberi pakan tambahan Azolla pinnata memiliki 10 jenis protein dengan kisaran 32,10-79,42 kDa. Untuk jenis protein larut dalam larutan garam 4%, ikan yang diberi pakan pelet saja (kontrol) memiliki 8 jenis dengan kisaran 24,15-127,61 kDa, ikan yang diberi pakan pelet dengan suplemen probiotik memiliki 11 jenis dengan kisaran 17,25-129,47 kDa, dan 18 jenis protein dengan kisaran 13,36-119,55 kDa yang terkandung pada ikan yang diberi pakan tambahan Azolla pinnata.en_US
dc.language.isootheren_US
dc.relation.ispartofseries081810301044;
dc.subjectKANDUNGAN PROTEIN TERLARUT DAGING IKAN PATINen_US
dc.titleKANDUNGAN PROTEIN TERLARUT DAGING IKAN PATIN (Pangasius djambal) AKIBAT VARIASI PAKANTAMBAHANen_US
dc.typeOtheren_US


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record