Show simple item record

dc.contributor.authorEny Setianing Wulandari
dc.date.accessioned2014-11-03T01:58:55Z
dc.date.available2014-11-03T01:58:55Z
dc.date.issued2014-11-03
dc.identifier.nimNIM100210103042
dc.identifier.urihttp://repository.unej.ac.id/handle/123456789/59869
dc.description.abstractBerdasarkan hasil pengamatan menunjukkan bahwa pengaruh ekstrak daun alpokat (Persea americana Mill) terhadap daya hambat bakteri Shigella dysenteriae mulai terjadi hambatan pada konsentrasi 0,4%. Hal ini berarti bahwa Konsentrasi Hambat Minimum (KHM) ekstrak daun alpokat (Persea americana Mill) yang mampu menghambat pertumbuhan Shigella dysenteriae adalah 0,4%. Berdasarkan hasil ANOVA pengaruh ekstrak daun alpokat (Persea americana Mill) terhadap daya hambat bakteri Shigella dysenteriae antarserial konsentrasi 0,2%, 0,4%, 0,6%, 0,8%, 1%, 2%, 3%, 4%, dan 5% memiliki nilai F sebesar 238,456 dengan nilai signifikansi sebesar 0,00 (P<0,05), sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh yang sangat signifikan antar perlakuan yaitu pengaruh ekstrak daun alpokat (Persea americana Mill) terhadap daya hambat bakteri Shigella dysenteriae. Pada hasil uji Duncan pengaruh ekstrak daun alpokat (Persea americana Mill) terhadap daya hambat bakteri Shigella dysenteriae konsentrasi 0,4% mempunyai daya hambat yang berbeda nyata terhadap semua konsentrasi kecuali dengan ekstrak 0,6%. Ekstrak daun alpokat konsentrasi 0,6% mempunyai daya hambat yang berbeda signifikan terhadap semua konsentrasi. Ekstrak daun alpokat konsentrasi 0,8%, 1%, 2%, 3%, 4%, dan 5% mempunyai daya hambat yang berbeda signifikan terhadap semua konsentrasi. Terhambatnya pertumbuhan Shigella dysenteriae oleh ekstrak daun alpokat disebabkan karena adanya kandungan senyawa kimia yang bersifat antibakteri. Senyawa tersebut antara lain senyawa flavonoid dan saponin. Aktivitas flavonoid ini disebabkan oleh kemampuannya untuk membentuk senyawa kompleks dengan protein ekstraseluler yang mengganggu keutuhan membran sel bakteri. Rusaknya membran dan dinding sel akan menyebabkan metabolit penting di dalam sel akan keluar, akibatnya terjadi kematian sel. Saponin sebagai antibakteri adalah bereaksi dengan porin (protein transmembran) pada membran luar dinding sel bakteri, lalu membentuk ikatan polimer yang kuat sehingga mengakibatkan rusaknya porin. Rusaknya porin yang merupakan pintu keluar masuknya senyawa akan mengurangi permeabilitas membran sel bakteri sehingga pertumbuhan bakteri terhambat atau mati. Berdasarkan penelitian ini dapat disimpulkan bahwa Ekstrak daun alpokat (Persea americana Mill) berpengaruh terhadap daya hambat bakteri Shigella dysenteriae Konsentrasi Hambat Minimum (KHM) ekstrak daun alpokat (Persea americana Mill) terhadap bakteri Shigella dysenteriae adalah 0,4%.en_US
dc.language.isootheren_US
dc.relation.ispartofseries100210103042;
dc.subjectEkstrak Daun Alpokat (Persea americana Mill), Bakteri Shigella dysenteriaeen_US
dc.titlePENGARUH EKSTRAK DAUN ALPOKAT (Persea americana Mill) TERHADAP DAYA HAMBAT BAKTERI Shigella dysenteriaeen_US
dc.typeOtheren_US


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record