Show simple item record

dc.contributor.authorAbdul Majid
dc.contributor.authorPaniman Ashna, Miharja
dc.date.accessioned2013-12-05T09:34:31Z
dc.date.available2013-12-05T09:34:31Z
dc.date.issued2013-12-04
dc.identifier.urihttp://repository.unej.ac.id/handle/123456789/5126
dc.descriptionInfo lebih lanjut hub : Lembaga Penelitian Universitas Jember Jl. Kalimantan No. 37 Telp. 0331-339385 Fax. 0331-337818en_US
dc.description.abstractPenyakit layu Fusarium pada pisang yang disebabkan oleh jamur Fusarium oxysporum F.sp Cubense merupakan Penyakit penting dan sangat merugikan. Upaya pengendalian dengan kultur tehnis seperti rotasi tanam dan secara kimiawi masih kurang efektif. Hal ini dikarenakan patogen memiliki kemampuan untuk bertahan dalam tanah (soil borne) dalam bentuk Klamidospora dan memiliki kisaran inang yang luas .Oleh karena itu,, maka diperlukan upaya pengendalian yang efektif dan ramatr lingkungan dengan memanfaatkan agens pengendali hayati diantaranya adalatr bakteri Pseudomonas fluorescens dan Bacilus subtilis.Penelitian bertujuan Untuk mengetahui keunggulan dari kombinasi perlakuan bakteri antagonis P.fluorescens dan B.subtilis dibandingkan apabila bakteri tersebut diaplikasikan secara tunggal dalam mengendalikan penyakit layu fusarium pada pisang serta frekwensi aplikasi yang tepat, sehingga pemakaian nya dapat efektif dan efisien. Penelitian dilakukan dalam dua tahap yaitu penelitian in vitro di laboratorium dan penelitian secara in vivo di rumah kaca. Percobaan di rumah kaca menggunakan Rancangan Acak Lengkap ( RAL) Faktorial , dua faktor . Faktor Pertama adalah macam bakteri antagonis ( A ) yang terdiri dari bakteri P Fluorescens ( Al) , Bacillus subtilis ( A2),kombinasl P. Fluorescens dan B. subtilis ( A 3), Fungisida Dhitane M 45 ( A4) sehagai pembanding. Faktor Ke dua adalah frekwensi aplikasi bakteri ( B ) yang terdiri dari 0 kali ( B 1 ), I kali ( B2), 2 kali ( B3), 3 kali ( 84 ), dan 4 kali ( B5). Kombinasi perlakuan di ulang sebanyak tiga kali. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa Bakteri antagonis P. Fluorescens dan B. subtilis serta kombinasi dari kedua bakteri tersebut dapat menghambat pertumbuhan koloni jamur patogen F. orysporum penyebab penyakit layu fusarium pada pisang secara in vitro rata rata sebesar 70,2yo - 88.1 % Pada pengujian secara in vivo di rumah kaca Bakteri antagonis P. fluorescens dan B" subtilis serta kombinasi dari kedua bakteri tersebut secara nyata dapat menurunkan insiden penyakit. Namun hasil yang baik adalah aplikasi dengan mengkombinasikan ke dua bakteri tersebut dengan frekwensi aplikasi 3- 4 kali. Pada kontrol insiden penyakit dapat mencapai 81.6 % sedangkan pada perlakuan kombinasi bakteri insiden penyakit turun hingga 12.4 %. Penggunaan Dithane M 45 pada mulanya dapat menekan penyakit secara nyata, namun Insiden penyakit meningkat setelah pengamatan 45 hari setelah inokulasi. Di bandingkan dengan Dithane 45 , penggunaan Agens hayati jangka panjang masih lebih baik dan menguntungkan.en_US
dc.description.sponsorshipDosen Muda - 2007en_US
dc.publisherFak. Pertanian - 07en_US
dc.subjectKombinasi Bakterien_US
dc.subjectPenyakit Layu Fusariumen_US
dc.subjectPisangen_US
dc.titleKeandalan Kombinasi Bakteri Antagonis Pseudomonas Fluorescens Dan Bacillus Subtillis Untuk Mengendalikan Penyakit Layu Fusarium Pada Tanaman Pisang nen_US


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record