Show simple item record

dc.contributor.authorRr. FIRSTY INEZHATIE
dc.date.accessioned2013-12-05T07:47:55Z
dc.date.available2013-12-05T07:47:55Z
dc.date.issued2013-12-05
dc.identifier.nimNIM091610101039
dc.identifier.urihttp://repository.unej.ac.id/handle/123456789/5043
dc.description.abstractRINGKASAN Pengaruh Aktivitas Fisik Berenang terhadap Panjang Tulang Femur Tikus Wistar Jantan (Rattus norvegicus); Rr. Firsty Inezhatie, 091610101039; 2013; 22 halaman; Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Jember. Aktivitas fisik dapat disebut juga aktivitas eksternal ialah suatu rangkaian gerak tubuh yang menggunakan tenaga atau energi. Aktivitas fisik dapat memberikan manfaat untuk kesehatan, baik secara khusus dan umum, salah satunya pada sistem muskuloskeletal. Aktivitas fisik dapat memberi dampak yang menguntungkan dalam memelihara kesehatan tulang. Aktivitas fisik mempunyai unsur pembebanan pada tubuh atau anggota gerak dan penekanan pada aksis tulang untuk meningkatkan respon osteogenik. Hal ini dapat mempercepat pertumbuhan tulang. Berenang memberikan keuntungan pada metabolisme kalsium dengan meningkatkan laju pembentukan tulang. Kandungan hormon pertumbuhan yang optimal akan mempengaruhi aktivitas osteoblas pada masa pertumbuhan tulang. Jenis penelitian ini adalah eksperimental laboratoris yang dilakukan di laboratorium Fisiologi Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Jember dengan rancangan penelitian the post test only group design. Penelitian ini dibagi dalam 2 kelompok yaitu kelompok kontrol, dan kelompok perlakuan yang melakukan aktivitas fisik berenag 30 menit/hari selama 49. Pada hari ke-49 setelah diberi perlakuan, tikus pada seluruh kelompok didekaputasi dengan larutan ether dan dilanjutkan dieuthanasia dengan cara dislokasi pada tulang leher. Kemudian tulang femur diambil untuk diukur panjangnya dengan menggunakan jangka sorong digital. Hasil pengukuran rata-rata panjang tulang femur tikus wistar jantan untuk kelompok kontrol 3,1 cm, kelompok perlakuan berenang 3,3 cm. Setelah diuji dengan menggunakan Independent T-tes terdapat perbedaan yang signifikan antara kelompok kontrol dan perlakuan dengan p<0,05. Hal ini disebabkan berenang dapat memaksimalkan pertumbuhan tulang karena pada saat berenang, seluruh badan mengalami peregangan dari badan sampai kaki. Jika dilakukan teratur dapat juga meningkatkan masa otot tubuh. Berenang akan memberikan keuntungan pada x metabolisme kalsium dengan meningkatkan laju pembentukan tulang, densitas mineral tulang, dan kekuatan tulang, dengan cara penurunan ekskresi kalsium urin. Aktivitas berenang dapat memacu perkembangan tubuh karena dapat meningkatkan sirkulasi darah. Apabila sirkulasi darah meningkat maka suplai oksigen ke seluruh tubuh menjadi lancar dan dapat menstimulasi perkembangan otot, serta pertumbuhan sel lainnya, khususnya tulang. Tulang femur ini akan mengalami pertumbuhan dan penambahan panjang tulang yang aktif, terutama dalam masa pertumbuhan. Di dalam tulang femur terdapat daerah metafisis yang merupakan bagian tulang yang melebar di dekat ujung akhir batang. Daerah tersebut disusun oleh tulang trabekular atau tulang spongiosa yang mengandung sel-sel hematopoietik. Metafisis merupakan daerah yang sering ditemukan adanya proses pertumbuhan paling cepat diantara pertumbuhan tulang lainnya karena merupakan daerah yang metabolismenya lebih aktif dan banyak mengandung pembuluh darah. Kesimpulan penelitian yaitu aktivitas fisik berenang dapat menambah panjang tulang femur tikus wistar jantan (Rattus norvegicus).en_US
dc.language.isootheren_US
dc.relation.ispartofseries091610101039;
dc.subjectTulang Femuren_US
dc.titlePENGARUH AKTIVITAS FISIK BERENANG TERHADAP PANJANG TULANG FEMUR TIKUS WISTAR JANTAN (Rattus norvegicus)en_US
dc.typeOtheren_US


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record