Sejarah Kesenian Tari Jaran Slining Kecamatan Candipuro Kabupaten Lumajang Tahun 2005-2021

Loading...
Thumbnail Image

Journal Title

Journal ISSN

Volume Title

Publisher

Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan

Abstract

Kesenian tradisional adalah kesenian yang hidup dalam masyarakat secara turun temurun. Kesenian tradisional merupakan hasil karya manusia yang melibatkan pola pikir manusia itu sendiri baik secara pribadi maupun kelompok. Kesenian tidak pernah lepas dari masyarakat sebagai salah satu bagian yang terpenting dari kebudayaan. Kesenian adalah ungkapan kreativitas dari kebudayaan itu sendiri. Permasalahan dari penelitian ini adalah bagaimana asal usul mengenai Tari Jaran Slining Kecamatan Candipuro Kabupaten Lumajang dan bagaimana perkembangan Tari Jaran Slining Kecamatan Candipuro Kabupaten Lumajang. Tujuan dari penelitian ini menganalisis asal usul Kesenian Tari Jaran Slining Kecamatan Candipuro Kabupaten Lumajang dan menganalisis perkembangan Kesenian Tari Jaran Slining Kecamatan Candipuro Kabupaten Lumajang. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif yaitu Heuristik, Kritik, Interpretasi, Historiografi. Pada mulanya Tari Jaran Slining muncul di Lumajang sekitar tahun 1983 dan merupakan hasil karya dari bapak Indriyanto dari daerah klakah. Di awal munculnya Tari Jaran Slining ini tentunya dikarenakan pertunjukan Jaran Kencak, sebagai pengganti jaran kencak pada waktu itu yang terkesan mahal. Kesenian tradisional Tari Jaran Slining yang dilatih oleh bu Muniati dapat menarik perhatian masyarakat sekitar yang berada di Kecamatan Candipuro dan juga dinas-dinas Kabupaten Lumajang yang lainnya. Sehingga memudahkan para penari untuk tetap selalu menjaga dan mempertahankan warisan budaya lokal yang perlu dilestarikan keberadaannya. Dengan begitu, kesenian lokal yang berada di tiap-tiap daerah tidak hilang begitu saja. Tari Jaran Slining pada dasarnya adalah kuda tiruan yang kepala kudanya terbuat dari kayu, dan badannya terbuat dari keranjang berbentuk segi empat atau besek besar. Keranjang berbentuk segi empat atau besek besar adalah tempat tembakau (Bodag). Itulah mengapa kesenian yang serupa seperti Tari Jaran Slining Lumajang, di daerah Probolinggo disebut dengan Jaran Bodag. Di bagian tengah keranjang dibuat lubang sebesar tubuh orang yang membawanya.

Description

Reuploud File Repository 18 Februari 2026_ Rudy K

Citation

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By