Show simple item record

dc.contributor.authorDesy Wulan Fanani
dc.date.accessioned2013-12-04T01:52:39Z
dc.date.available2013-12-04T01:52:39Z
dc.date.issued2013-12-04
dc.identifier.nimNIM071510301048
dc.identifier.urihttp://repository.unej.ac.id/handle/123456789/3398
dc.description.abstractUltisol Banten merupakan tanah bereaksi masam dengan kandungan Al tinggi serta ketersedian unsur hara N, P dan K yang rendah. Sifat tanah semacam itu menyebabkan rendahnya serapan ketiga unsur hara makro primer tersebut oleh tanaman kedelai, yang pada gilirannya pertumbuhan tanaman juga kurang optimal. Salah satu upaya untuk mengatasi kendala tersebut yaitu dengan pemberian bahan pembenah tanah berupa kombinasi senyawa humik dan bahan kapur. Penelitian ini bertujuan untuk 3 /10L dan 21,3gr CaMgCO /10L. Data hasil pengamatan dianalisis dengan analisa sidik ragam dilanjutkan dengan Uji Duncan pada p = 0,05. Hubungan antara perlakuan dengan beberapa variabel yang diamati menggunakan Uji Korelasi dan Regresi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan terbaik yaitu penambahan 20gr CaCO 3 3 maupun 21,3gr CaMgCO per 10 liter senyawa humik yang dikombinasikan dengan senyawa humik pada konsentrasi 0,2% dapat memperbaiki ketersediaan unsur hara Ultisol yaitu meningkatkan N dari 0,24 % menjadi 0,30 %, P dari 3,13 ppm menjadi 38,95 ppm dan K dari 0,78 me/100gr menjadi 4,93 me/100gr. Namun demikian perbaikan kadar unsur hara dalam tanah tidak diikuti dengan peningkatan serapan N, P dan K sehingga belum mampu memperbaiki pertumbuhan kedelai pada Ultisol.en_US
dc.language.isootheren_US
dc.relation.ispartofseries071510301048;
dc.subjectSenyawa Humiken_US
dc.titlePENGARUH PEMBERIAN KOMBINASI SENYAWA HUMIK EKSTRAK KOMPOS JERAMI DAN BAHAN KAPUR dan CaMgCOen_US
dc.typeOtheren_US


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record