Show simple item record

dc.contributor.authorDian Ayu Indrianingsih
dc.date.accessioned2013-12-03T03:20:36Z
dc.date.available2013-12-03T03:20:36Z
dc.date.issued2013-12-03
dc.identifier.nimNIM082010101024
dc.identifier.urihttp://repository.unej.ac.id/handle/123456789/2737
dc.description.abstractMalaria masih menjadi masalah kesehatan utama di Indonesia. Munculnya resistensi parasit terhadap obat-obatan malaria, resistensi vektor terhadap pestisida dan belum ditemukannya vaksin yang efektif menyebabkan angka insidensi dan mortalitas akibat penyakit malaria masih cukup tinggi. Penelitian mengenai vaksin yang efektif untuk malaria telah berkembang pesat dalam dekade ini, namun hasilnya masih belum maksimal. Salah satu strategi pengembangan vaksin malaria adalah Transmission Blocking Vaccine. Transmission Blocking Vaccine (TBV) bertujuan menghambat transmisi patogen dengan menggunakan antigen fase seksual parasit yang berasal dari tubuh vektor, salah satunya adalah kelenjar saliva. Vaksin berbasis saliva vektor ini tidak hanya dapat mencegah manifestasi klinis yang ditimbulkan oleh parasit akan tetapi juga dapat memotong transmisi pathogen ke tubuh inang sehingga vaksin ini sangat cocok digunakan di negara-negara endemis di dunia. Dasar penggunaan saliva nyamuk sebagai target yang potensial bagi pengembangan TBV adalah dugaan saliva nyamuk memiliki protein imunomodulator yang berpengaruh terhadap respon imun inang. Saliva nyamuk mampu membangkitkan respon imun humoral maupun seluler. Adanya paparan berulang saliva nyamuk steril telah terbukti mampu memodulasi respon imun ke arah Th1 yang bersifat imunoprotektif. Hal tersebut terlihat dari adanya peningkatan kadar IFN-γ, IL-12, dan NO serta adanya penurunan kadar IL-4 yang bersifat lokal maupun sistemik (serum, organ hepar, dan organ lien). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh yang ditimbulkan pada pemberian ekstrak kelenjar saliva Anopheles maculatus terhadap respon imun hewan coba sebagai dasar dalam pengembangan TBV. Pengaruh tersebut dapat dilakukan dengan mengamati ekspresi genetik pengkode sitokin penting yang berperan dalam respon imun inang. RNA total organ hepar sangat penting sebagai cetakan (Template) dalam melakukan Real Time Polymerase Chain Reaction untuk mendapatkan Complementary Deoxyribonucleic Acid (cDNA). Sampel penelitian yang digunakan dalam penelitian ini berupa 1450 pasang kelenjar saliva A. maculatus yang kemudian diproses menjadi vaksin pelet dan supernatan. Prosedur penelitian meliputi isolasi kelenjar saliva, preparasi vaksin, vaksinasi terhadap hewan coba, pengambilan organ hepar hewan coba, isolasi RNA total organ hepar hewan coba, visualisasi hasil isolasi RNA total dengan menggunakan elektroforesis, dan pengukuran konsentrasi serta kemurnian hasil isolasi RNA total dengan spektrofotometer. Hasil yang didapatkan pada penelitian ini, isolasi RNA total pada sampel telah berhasil dilakukan dengan nilai kemurnian RNA total organ hepar mencit galur BALB/c sebelum dan sesudah vaksinasi ekstrak kelenjar saliva serta pasca infeksi P. berghei adalah 2,082 – 2,3. Konsentrasi RNA total organ hepar mencit galur BALB/c sebelum dan sesudah vaksinasi ekstrak kelenjar saliva serta pasca infeksi P. berghei adalah 0,192 – 4,176 µg/µL. Hasil visualisasi RNA total beberapa sampel dengan menggunakan elektroforesis dimungkinkan terjadi degradasi RNA oleh RNase ataupun karena sedikitnya sampel, namun pada sampel yang lain telah berhasil didapatkan 2 band yang tampak jelas dan 1 band yang tampak smear. Hasil isolasi RNA total yang berhasil dilakukan dapat dijadikan template untuk polimerisasi Complementary Deoxyribonucleic Acid (cDNA). .en_US
dc.language.isootheren_US
dc.relation.ispartofseries082010101024;
dc.subjectKELENJAR SALIVA Anopheles maculatus , DIINFEKSI .en_US
dc.titleSOLASI RNA TOTAL HEPAR MENCIT GALUR BALB/c YANG DIVAKSINASI EKSTRAK KELENJAR SALIVA Anopheles maculatus DAN DIINFEKSI Plasmodium bergheien_US
dc.typeOtheren_US


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record