Hubungan Fungsi Keluarga Terhadap Kepatuhan dan Keberhasilan Pengobatan Pasien TB MDR di RSD dr. Soebandi Jember
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Kedokteran
Abstract
Tuberkulosis (TB) adalah suatu penyakit menular langsung yang
disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis (Kemenkes RI, 2018).
Multi drug resistant tuberculosis (MDR-TB) merupakan jenis TB yang tidak
responsif terhadap obat lini pertama (isoniazid dan rifampisin) serta
membutuhkan waktu pengobatan yang lama, lebih mahal, kurang efektif, dan
lebih toksik dibandingkan lini pertama. Kepatuhan pasien dalam mengonsumsi
obat merupakan faktor utama dalam keberhasilan pengobatan. Pentingnya
peran keluarga dalam pengobatan memiliki dampak terhadap tingkat kepatuhan
dan keberhasilan pasien terhadap pengobatan TB (Nursasi dkk., 2022; Yani
dkk., 2022). Dengan demikian, penting bagi penyedia layanan kesehatan untuk
melibatkan keluarga pasien dalam proses pengobatan TB agar , pasien
memiliki peluang yang lebih besar untuk mematuhi regimen pengobatan
mereka dan meningkatkan kesuksesan terapi MDR TB. Oleh karena itu,
penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan fungsi keluarga terhadap
kepatuhan dan keberhasilan pengobatan pasien TB MDR.
Jenis penelitian ini menggunakan desain cross-sectional dengan
pendekatan observasional analitik yang bertujuan untuk menjelaskan hubungan
antara APGAR skor keluarga terhadap keberhasilan pengobatan pada pasien
TB MDR. Penelitian ini dilakukan pada bulan April hingga Mei 2024 di Poli
Paru Rumah Sakit Daerah dr. Soebandi Jember. Sampel penelitian ini adalah
semua pasien TB MDR dengan usia ≥ 18 tahun dan dalam keadaan compos
mentis (kesadaran penuh) serta tidak tergolong pasien TB ekstraparu, pasien
TB paru dengan HIV, dan pasien meninggal yang tercatat rekam medis. Data
yang digunakan merupakan data primer melalui kuesioner APGAR keluarga
dan MMAS-8 serta data sekunder yang diperoleh dari data rekam medis pasien
terkait hasil akhir pengobatan. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan uji
statistik Kruskall walis dan Spearman.
Hasil penelitian yang dilakukan menunjukkan bahwa jumlah pasien yang
didapatkan berjumlah 125 pasien dengan 107 pasien (85,6%) mengalami fungsi
baik pada keluarganya, 15 pasien (12%) mengalami disfungsi sedang, serta 3
pasien (2,4%) mengalami disfungsi berat. Hasil penilaian kuesioner MMAS-8
menunjukkan 76 pasien (60,8%) memiliki kepatuhan tinggi, 36 (28,8%) pasien
memiliki kepatuhan sedang, dan 13 pasien (10,4%) memiliki kepatuhan yang
rendah. Data keberhasilan terapi menunjukkan 104 pasien (83,2%) sembuh dan
21 pasien (16,8%) gagal. Pengujian secara bivariat menggunakan kruskall
walis pada variabel kepatuhan dan keberhasilan terapi didapatkan bahwa
terdapat hubungan antara fungsi keluarga dengan kepatuhan dan keberhasilan
terapi pasien TB-MDR. Analisis lanjutan secara korelatif menggunakan uji spearman diperoleh bahwa variabel fungsi keluarga dengan kepatuhan
pengobatan berkorelasi rendah, variabel fungsi keluarga dengan keberhasilan
pengobatan berkorelasi rendah, dan variabel kepatuhan dengan keberhasilan
pengobatan berkorelasi sedang.
Description
Reupload Repository 10 Februari 2026_Hasyim/Firdiana
