Show simple item record

dc.contributor.authorRatih Mahanani Santoso
dc.date.accessioned2013-12-02T08:13:07Z
dc.date.available2013-12-02T08:13:07Z
dc.date.issued2013-12-02
dc.identifier.nimNIM091610101085
dc.identifier.urihttp://repository.unej.ac.id/handle/123456789/2426
dc.description.abstractRongga mulut merupakan organ tubuh manusia yang banyak mengandung populasi bakteri (sekitar 357 spesies) dan hidup sebagai flora normal. Flora normal tersebut dapat menjadi patogen. Salah satunya adalah Streptococcus viridans yang merupakan penyebab sebagian besar infeksi saluran akar. Oleh karena itu, perlu adanya upaya untuk mengendalikan S. viridans yaitu dengan menggunakan bahan yang bersifat antibakteri. Bahan yang bersifat antibakteri bisa diperoleh dari bahan alam. Salah satunya daun pare yang mengandung senyawa kimia seperti, tanin, flavonoid, saponin, triterpenoid, dan alkaloid. Senyawa-senyawa tersebut memiliki sifat antibakteri. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui daya antibakteri ekstrak daun pare dalam menghambat pertumbuhan S. viridans dan untuk mengetahui konsentrasi terkecil dari ekstrak daun pare yang masih mempunyai daya antibakteri dalam menghambat pertumbuhan S. viridans. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental laboratoris dengan rancangan the post test only control group design. Sampel terbagi atas 7 kelompok yaitu kelompok ekstrak daun pare 100%, ekstrak daun pare 75%, ekstrak daun pare 50%, ekstrak daun pare 25%, ekstrak daun pare 10%, kontrol positif, dan kontrol negatif dengan masing-masing kelompok dilakukan pengulangan sebanyak 12 kali. Uji daya antibakteri yang digunakan adalah metode difusi sumuran (well diffusion method). Pada setiap media lempeng BHI-A yang telah diinokulasi S. viridans dibuat 7 lubang sumuran dan ke dalam masing-masing lubang dimasukkan ekstrak daun pare 100%, ekstrak daun pare 75%, ekstrak daun pare 50%, ekstrak daun pare 25%, ekstrak daun pare 10%, H2O2 3% (kontrol positif), dan aquadest steril (kontrol viii negatif) dengan volume 5 μL pada setiap lubang. Selanjutnya dimasukkan ke dalam desicator dan diinkubasi pada suhu 370C selama 24 jam. Setelah 24 jam dilakukan pengamatan dan pengukuran dengan menggunakan jangka sorong digital. Data hasil penelitian yang berupa diameter zona hambat dianalisis menggunakan uji non parametrik yaitu uji Kruskal Wallis dan uji Mann Whitney untuk mengetahui perbedaan antar kelompok. Hasil uji menunjukkan ekstrak daun pare pada semua konsentrasi mampu menghambat pertumbuhan S. viridans. Semakin tinggi konsentarsi ekstrak daun pare, semakin besar pula diameter zona hambat terhadap pertumbuhan S. viridans atau dapat dikatakan semakin besar daya antibakterinya. Kesimpulan hasil dari penelitian ini bahwa ekstrak daun pare mempunyai daya antibakteri dalam menghambat pertumbuhan S. viridans dan konsentrasi terkecil dari ekstrak daun pare dalam penelitian ini yang masih mempunyai daya antibakteri dalam menghambat pertumbuhan S. viridans adalah 10%.en_US
dc.language.isootheren_US
dc.relation.ispartofseries091610101085;
dc.subjectAntibakteri, Daun Pareen_US
dc.titleDAYA ANTIBAKTERI EKSTRAK DAUN PARE (Momordica charantia) DALAM MENGHAMBAT PERTUMBUHAN Streptococcus viridansen_US
dc.typeOtheren_US


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record