Show simple item record

dc.contributor.authorDWI IDA ANGGARA SARI
dc.date.accessioned2014-01-25T03:11:32Z
dc.date.available2014-01-25T03:11:32Z
dc.date.issued2014-01-25
dc.identifier.nimNIM041810101021
dc.identifier.urihttp://repository.unej.ac.id/handle/123456789/23992
dc.description.abstractKanker paru-paru berasal dari sel-sel di dalam paru-paru tetapi bisa juga berasal dari kanker di bagian tubuh lainnya yang menyebar ke paru-paru. Sulit untuk memprediksi waktu kesembuhan atau kambuhnya penyakit ini. Kanker paru-paru sulit terdeteksi dan tanpa gejala pada tahap awal. Penyakit ini baru bisa dideteksi setelah kanker mencapai stadium lanjut. Adanya pengidentifikasian dan pengelolahan yang tepat pada kanker paru-paru hanya dapat dilakukan dengan mengetahui sifat dari karakteristik penyakit tersebut dan menentukan faktor-faktor yang berpeluang mempengaruhi kesembuhan, kambuhnya atau kematian dari penderita kanker paruparu tersebut, yaitu kondisi pada saat pertama kali diteliti, jumlah batang rokok yang dihisap tiap hari, besar diameter tumor dan waktu pertama kali sakit sampai diteliti. Sedangkan untuk memprediksi waktu tahan hidup kanker paru-paru ini, di mana data yang digunakan dalam konteks data microarray dengan jumlah variabel bebasnya lebih banyak dibandingkan jumlah sampel yang digunakan dan merupakan data tersensor, maka metode Partial Least Squares (PLS) dan Least Absolute Shrinkage and Selection Operator (LASSO) yang digunakan untuk menyelesaikan kasus ini. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan model persamaan regresi Partial Least Squares (PLS) dan Least Absolute Shrinkage and Selection Operator (LASSO) sehingga berdasarkan model tersebut dapat diketahui bahwa terdapat hubungan antara faktor-faktor yang berpeluang mempengaruhi kesembuhan, kambuhnya atau kematian kanker paru-paru terhadap waktu tahan hidup penderita kanker paru-paru tersebut.Data yang digunakan adalah data sekunder dari Rumah Sakit Gatoel Kota Mojokerto, yaitu data pasien penderita kanker paru-paru pada bulan Desember tahun 2007. Berdasarkan pada data tersebut, akan diperoleh suatu model regresi PLS dan LASSO sehingga dapat diketahui faktor-faktor yang mempengaruhi waktu tahan hidup penderita kanker paru-paru. Dari hasil analisa data di atas dapat diambil kesimpulan bahwa pasien kanker paru-paru hanya mempunyai waktu ± 5 hari untuk dapat mempertahankan hidupnya dan dari hasil analisa data tersebut diperoleh juga model regresi PLS yaitu 2 3 4 5 Yˆ = -0,687X - 0,842X - 0,109X -1,823X ; dengan X2 = kondisi pada saat pertama kali diteliti; X3 = umur pasien; X4 = jumlah batang rokok yang dihisap tiap hari dan X5 = besar diameter tumor kanker. Dari hasil tersebut dapat diambil kesimpulan bahwa faktor yang mempengaruhi waktu tahan hidup penderita kanker paru-paru adalah kondisi pada saat pertama kali diteliti, umur pasien, jumlah batang rokok yang dihisap tiap hari dan besar diameter tumor kanker. Sedangkan untuk model LASSO yaitu ˆ 0,002 0,028 1,158 2 4 Y = - X - X + . Dari model tersebut dapat diambil kesimpulan bahwa faktor yang mempengaruhi waktu tahan hidup penderita kanker paru-paru hanya ada dua faktor saja, yaitu kondisi pada saat pertama kali sakit dan jumlah batang rokok yang dihisap tiap hari. Dan dilihat dari MSEpnya, yaitu MSEp PLS (0,0118) dan MSEp LASSO (0,0053) sehingga dapat disimpulkan bahwa LASSO lebih akurat daripada PLS.en_US
dc.language.isootheren_US
dc.relation.ispartofseries041810101021;
dc.subjectAPLIKASI MODEL REGRESI PARTIAL LEAST SQUARES (PLS) DAN LEAST ABSOLUTE SHRINKAGE AND SELECTION OPERATOR (LASSOen_US
dc.titleAPLIKASI MODEL REGRESI PARTIAL LEAST SQUARES (PLS) DAN LEAST ABSOLUTE SHRINKAGE AND SELECTION OPERATOR (LASSO) TERHADAP WAKTU TAHAN HIDUP PASIEN PENDERITA KANKER PARU-PARUen_US
dc.typeOtheren_US


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record